Kontak Tembak di Maybrat, Koops TNI Habema Tewaskan 3 Anggota OPM
ilustrasi(Antara)

Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema menembak mati tiga orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya dalam sebuah kontak senjata yang terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10).

Berdasarkan siaran pers resmi Koops TNI Habema, personel yang terlibat dalam kontak tembak tersebut berasal dari Tim Satgas Yonif 9 Marinir. Insiden ini terjadi saat personel TNI tengah menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10, yang merupakan bagian dari upaya pengamanan wilayah serta penanganan gangguan dari kelompok bersenjata.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 09.01 WIT, ketika personel TNI yang sedang beroperasi mendapat serangan mendadak. Aksi saling tembak pun tidak terhindarkan. Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota kelompok bersenjata OPM dilaporkan terkena tembakan.

Petugas menemukan satu jenazah di lokasi kejadian, sementara dua orang lainnya dilaporkan terbawa arus sungai dan hingga kini masih dalam proses pencarian. Berdasarkan identifikasi awal, korban yang ditemukan tewas diduga adalah Manfred Fatem, yang menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) OPM Kodap IV/Sorong Raya. Adapun dua orang yang hanyut diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem.

Selain melumpuhkan anggota kelompok bersenjata, personel Satgas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis AK-101 di lokasi kontak tembak.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa tindakan tegas ini dilakukan demi memastikan keamanan masyarakat dari ancaman kelompok separatis bersenjata di Papua.

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun, tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” ujar Riyanto.

Riyanto memastikan bahwa Koops TNI Habema akan terus menempuh berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua. Di sisi lain, ia juga memberikan imbauan kepada anggota OPM yang masih aktif untuk menyerahkan diri secara damai.

“Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka. Kami mengimbau untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” pungkasnya. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *