PERSIB Bandung menunjukkan kemampuan membalikkan keadaan saat menghadapi Port FC pada pertandingan Grup B ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 di Stadion Thammasat, Klong Luang, Thailand. Sempat tertinggal lebih dahulu, Persib mampu mencetak tiga gol pada fase akhir pertandingan untuk mengamankan kemenangan 3-1.
Kemenangan tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh efektivitas Persib pada babak akhir, tetapi juga oleh kemampuan Maung Bandung menjaga pertandingan tetap terbuka ketika Port FC lebih banyak memberikan tekanan.
Persib dan Port FC Saling Menguji
Persib mencoba mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Berguinho dan Luka Menalo menjadi bagian penting dari upaya Persib membangun serangan dari sisi lapangan, sementara Uilliam Barros menjadi tujuan di lini depan.
Namun, inisiatif tersebut belum menghasilkan gol. Port FC secara bertahap mampu merespons dan menciptakan sejumlah situasi berbahaya di pertahanan Persib.
Pada menit ke-16, Berguinho sempat mendapatkan ruang setelah lepas dari pengawalan. Namun, peluang tersebut belum berujung gol karena kiper Port FC mampu mengantisipasi umpan akhirnya.
Port FC kemudian menunjukkan ancaman melalui situasi bola di dalam kotak penalti Persib. Eliano Reijnders menjadi pemain yang sigap memutus ancaman tersebut. Beberapa menit kemudian, Teja Paku Alam juga harus melakukan penyelamatan terhadap tendangan Erik Sviatchenko.
Rangkaian peluang tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan berjalan relatif terbuka. Persib memiliki kesempatan untuk menyerang, tetapi Port FC juga mampu mengeksploitasi ruang di pertahanan Maung Bandung.
Berguinho kembali memperoleh peluang pada menit ke-25, tetapi penyelesaiannya masih dapat diblok kiper Port FC. Sementara itu, Luka Menalo juga belum mampu memaksimalkan peluang pada menit ke-30.
Menjelang turun minum, Port FC kembali mengancam melalui tendangan jarak jauh Francisco Mendes. Teja kembali tampil penting dengan menggagalkan peluang tersebut.
Skor 0-0 pada babak pertama menunjukkan bahwa kedua tim memiliki peluang, tetapi belum cukup efektif dalam mengubah momentum menjadi gol.
Penalti Mengubah Jalannya Pertandingan
Port FC mulai mendapatkan keuntungan setelah memasuki babak kedua. Pada menit ke-65, pelanggaran Ikwan Ali Tanamal terhadap Francisco Clailson di kotak penalti membuat tuan rumah memperoleh tendangan 12 pas.
Jude Soonsup-Bell yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya. Port FC pun unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Persib berada dalam situasi yang berbeda. Maung Bandung harus bermain lebih agresif, sementara Port FC memiliki keuntungan untuk mengandalkan keunggulan skor dan mencari ruang melalui serangan balik.
Persib kemudian meningkatkan tekanan. Pergantian pemain juga membuat energi serangan Maung Bandung meningkat pada fase akhir pertandingan.
Namun, upaya Persib sempat menghadapi hambatan ketika peluang penalti pada menit ke-78 tidak diberikan setelah Mariano Peralta terjatuh di kotak terlarang. Pemeriksaan VAR membuat keputusan awal tidak berubah, sehingga Persib harus mencari cara lain untuk menyamakan kedudukan.
Pergantian Momentum Terjadi pada 10 Menit Terakhir
Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-86. Balsa Sekulic memberikan umpan yang membuka ruang bagi Mariano Peralta. Penyerang Persib tersebut mampu memanfaatkannya dengan baik untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Gol 1-1 mengubah dinamika pertandingan secara signifikan. Persib yang sebelumnya berada dalam posisi mengejar mulai mendapatkan kepercayaan diri, sedangkan Port FC harus menghadapi tekanan baru ketika keunggulan mereka hilang hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Persib kemudian memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat efektif.
Pada menit ke-90+1, Luka Menalo berperan dalam proses terciptanya gol kedua. Umpannya diteruskan Berguinho yang mampu menyelesaikan peluang menjadi gol. Dalam waktu singkat, Persib berbalik unggul 2-1.
Keunggulan tersebut memperlihatkan efektivitas Persib dalam memanfaatkan fase transisi. Setelah mampu menyamakan kedudukan, Maung Bandung tidak berhenti menyerang dan justru kembali menemukan ruang di pertahanan Port FC.
Gol ketiga menjadi penegas dominasi Persib pada fase akhir. Pada menit ke-90+5, Mariano Peralta melakukan aksi individu sebelum mengirimkan umpan kepada Luka Menalo. Pemain asal Montenegro tersebut menyelesaikannya melalui sundulan untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Efektivitas di Fase Akhir Menjadi Pembeda
Persib pada akhirnya tidak tampil dominan sepanjang pertandingan. Port FC beberapa kali mampu memberikan tekanan dan bahkan lebih dulu mendapatkan keuntungan dari titik penalti.
Namun, kemampuan Persib menjaga intensitas hingga pertandingan memasuki fase akhir menjadi salah satu faktor utama kemenangan. Maung Bandung mampu mengubah situasi dari tertinggal 0-1 menjadi unggul 3-1 hanya dalam rentang waktu sekitar 10 menit.
Peran pemain pengganti juga memberikan dampak terhadap perubahan energi permainan Persib. Balsa Sekulic terlibat langsung dalam proses gol penyama kedudukan, sementara Mariano Peralta menjadi aktor penting dengan satu gol dan satu assist.
Luka Menalo juga menunjukkan pengaruh besar di fase penentuan. Selain terlibat dalam proses gol kedua, ia mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan Persib.
Sementara itu, Teja Paku Alam memberikan kontribusi penting dengan sejumlah penyelamatan ketika Port FC mendapatkan peluang. Penampilannya membantu Persib tetap berada dalam pertandingan hingga momentum berbalik pada menit-menit akhir.
Kemenangan 3-1 ini menunjukkan bahwa Persib memiliki kemampuan untuk merespons tekanan dan memaksimalkan peluang ketika pertandingan memasuki fase krusial. Port FC sempat berada di posisi yang menguntungkan setelah mencetak gol pembuka, tetapi Persib mampu mengubah arah pertandingan melalui efektivitas serangan dan pemanfaatan momentum pada pengujung laga. (Ant/P-3)
