
ISTILAH pathways dalam sistem pendidikan menjadi sorotan publik seiring dengan pembahasan mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbeda dengan pola konvensional yang umum di Indonesia, sistem pathways memungkinkan seseorang menempuh jalur alternatif sebelum akhirnya meraih gelar sarjana di perguruan tinggi.
Gibran sendiri memiliki rekam jejak pendidikan lintas negara. Ia tercatat pernah bersekolah di Singapura, melanjutkan studi ke Australia, hingga menempuh pendidikan tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Berdasarkan keterangan resmi MDIS, Gibran menempuh studi penuh waktu pada 2007-2010, menyelesaikan Advanced Diploma, dan berlanjut ke program Bachelor of Science (Honours) in Marketing dari University of Bradford, Inggris, melalui kemitraan dengan MDIS.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sistem pendidikan pathways?
Apa itu Sistem Pendidikan Pathways?
Secara sederhana, pathways adalah jalur penghubung antara satu tahap pendidikan dengan tahap berikutnya. Jalur ini dirancang bagi calon mahasiswa yang mungkin belum memenuhi persyaratan langsung untuk masuk ke universitas, atau mereka yang memilih rute vokasi terlebih dahulu.
Bentuknya beragam, mulai dari program foundation (persiapan), diploma, pendidikan vokasi, hingga bridging course (kursus jembatan). Di Australia, misalnya, pemerintah mengakui jalur seperti Foundation Studies dan VET (Vocational Education and Training) sebagai rute resmi menuju universitas.
Penting untuk dicatat bahwa pathways bukan berarti jalan pintas yang lebih mudah. Ini adalah rute alternatif yang tetap menuntut pemenuhan standar akademik tertentu agar kredit atau kualifikasi yang diperoleh dapat diakui pada jenjang berikutnya.
Mekanisme dan Alur Pendidikan
Alur pendidikan pathways umumnya tidak kaku, namun secara garis besar mengikuti pola: Pendidikan menengah → program persiapan/diploma → perguruan tinggi → gelar sarjana.
Dalam sistem ini, dikenal pula istilah articulation pathway. Mekanisme ini memungkinkan kredit pendidikan dari satu institusi diakui oleh institusi mitra. Sebagai contoh, University of Technology Sydney (UTS) memiliki jalur artikulasi yang mengizinkan mahasiswa menyelesaikan sebagian studi di institusi mitra sebelum ditransfer ke universitas utama.
Penerapan di Berbagai Negara
Konsep ini telah lama diterapkan secara global dengan karakteristik berbeda di tiap negara:
- Australia: Mengandalkan program Foundation, TAFE, dan kursus bahasa Inggris sebagai jembatan menuju universitas.
- Singapura: Memiliki jalur beragam setelah sekolah menengah, termasuk melalui politeknik atau Institute of Technical Education (ITE) sebelum ke jenjang sarjana.
- Inggris: Menggunakan kualifikasi seperti A-Level atau International Baccalaureate, serta program kemitraan antar-institusi global.
- Selandia Baru: Menerapkan global pathways yang memungkinkan siswa memulai studi di negara lain sebelum menyelesaikannya di universitas Selandia Baru.
Implementasi pada Riwayat Pendidikan Gibran
Riwayat pendidikan Gibran mencerminkan pola pathways lintas negara. Setelah menempuh pendidikan di Singapura, ia sempat mengikuti pendidikan di UTS Insearch Australia, lalu kembali ke Singapura untuk mengambil program Advanced Diploma di MDIS.
Gelar sarjananya diperoleh dari University of Bradford melalui skema kemitraan dengan MDIS. Rangkaian ini menunjukkan pola yang berbeda dari jalur linear “SMA langsung Universitas” yang lazim di Indonesia. Dalam konteks ini, diploma yang diambil berfungsi sebagai pijakan menuju jenjang sarjana melalui mekanisme pengakuan akademik institusi terkait.
Catatan Penting: Perlu dibedakan antara konsep akademik pathways dengan penyetaraan ijazah secara administratif. Meskipun sebuah jalur diakui secara internasional oleh institusi penyelenggara, status kualifikasinya untuk keperluan birokrasi di negara lain tetap bergantung pada regulasi lembaga berwenang di negara tersebut.
Bukan Jalan Pintas
Anggapan bahwa pathways adalah cara instan mendapatkan gelar tidaklah tepat. Setiap tahapan memiliki beban studi dan persyaratan kelulusan yang ketat. Perbedaannya hanya terletak pada rute yang diambil.
Saat meninjau riwayat pendidikan dengan sistem ini, indikator yang perlu diperhatikan adalah jenis kualifikasi, durasi studi, status akreditasi institusi, serta validitas hubungan kemitraan antar-program yang ditempuh. Pathways pada akhirnya adalah solusi fleksibilitas pendidikan modern yang menghubungkan berbagai kualifikasi menuju jenjang yang lebih tinggi. (E-4)
