
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo menegaskan bahwa segala bentuk penentuan dan verifikasi terkait peluang keikutsertaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pemilu 2029 merupakan kewenangan penuh lembaga penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu.
Terkait spekulasi politik yang berkembang, ia berpendapat bahwa semua pihak dapat mengikuti mekanisme formal yang telah ada. Adapun mengenai dukungan politik untuk pasangan Prabowo-Gibran pada periode berikutnya, Jokowi sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab bahwa Pemilu masih lama.
Di sisi lain, merespons sorotan publik mengenai status ijazah kesetaraan Wakil Presiden Gibran, mantan Gubernur DKI ini menjelaskan bahwa setiap negara memiliki standar dan sistem pendidikan yang berbeda. Menurut dia, dalam negeri, jenjang pendidikan umum berjalan secara berurutan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi (Diploma/S1). Sementara di luar negeri, jalur pendidikan tinggi sering kali menerapkan sistem pathway sebelum mahasiswa menempuh program Diploma atau Sarjana (S1). Yang terpenting, lanjut Jokowi, Wakil Presiden Gibran telah resmi menyelesaikan pendidikan S1 setelah melalui seluruh tahapan prasyarat yang berlaku di sistem tersebut.
Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya menghormati seluruh proses hukum berikut tahapan dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), serta dinamika jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Menghormati putusan MK besrta tahapan tahapan yang ada, termasuk di dalamnya pertimbangan hukum, dan yang paling penting semua menghormati konstitusi yang kita miliki,” kata Jokowi mengomentari keputusan MK, di kediaman Sumber, Solo, Kamis (8/10).
Mengenai munculnya wacana yang hendak membawa persoalan ini ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Jokowi menyatakan tidak mempersoalkan sepanjang seluruh proses berjalan sesuai dengan koridor hukum dan mekanisme demokrasi yang diatur oleh konstitusi.
Sementara itu, pada bagian lain ketika disinggung pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, ia menjawab bahwa semua berjalan dalam suasana santai. Pembahasan disebut Jokowi mencakup berbagai topik hangat, mulai dari dinamika ekonomi, situasi politik nasional, hingga apresiasi atas kemenangan tim nasional sepak bola. (WJ/E-4)
