20 Pemuda NYSC yang Diculik di Nigeria Berhasil Diselamatkan Polisi
Ilustrasi(AFP)

SEBANYAK 20 pemuda yang diculik di kawasan tenggara Nigeria pada pekan lalu berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian dengan bantuan sejumlah lembaga keamanan lainnya.

Para korban, yang merupakan lulusan universitas, diculik pada 1 Oktober 2024 saat sedang dalam perjalanan menuju lokasi pendaftaran program pengabdian masyarakat nasional (National Youth Service Corps atau NYSC) di Negara Bagian Abia dan Akwa Ibom.

Juru bicara kepolisian setempat, Ani Iniedu, mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu bahwa seluruh anggota kelompok tersebut ditemukan di Amakohia Ubi, Negara Bagian Imo, setelah operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan secara intensif. Saat ini, para korban berada dalam penanganan pihak berwenang dan telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis.

Ani menjelaskan bahwa polisi, militer, dan lembaga keamanan lainnya menggelar operasi pencarian berbasis intelijen yang menyisir area hutan serta tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi persembunyian pelaku. Kendati demikian, pihak kepolisian tidak mengungkapkan apakah ada uang tebusan yang dibayarkan atau apakah ada pelaku penculikan yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.

Insiden penculikan terjadi ketika rombongan pemuda tersebut melintas di jalan raya utama menggunakan dua bus dari Ibadan, Negara Bagian Oyo di wilayah barat daya, menuju kamp orientasi NYSC di Abia dan Akwa Ibom. Di tengah perjalanan, kelompok bersenjata menyerang kedua armada bus tersebut dan membawa kabur para penumpang.

NYSC sendiri merupakan program wajib pengabdian masyarakat selama satu tahun bagi mayoritas lulusan perguruan tinggi di Nigeria. Dalam program ini, para peserta ditempatkan di berbagai wilayah di seluruh negeri untuk menjalankan tugas pengabdian.

Kejadian ini kembali memicu kekhawatiran publik mengenai buruknya kondisi keamanan dan tingginya ancaman penculikan di sepanjang jalur darat wilayah tenggara Nigeria.

Sebelum para korban berhasil dibebaskan, salah satu orang tua korban, Omotosho Adewale, sempat menyampaikan kepasrahannya kepada BBC. Ia mengungkapkan bahwa pihak penculik meminta uang tebusan sebesar 50 juta naira (sekitar Rp585 juta), jumlah yang sama sekali tidak sanggup ia penuhi.

“Tidak ada ketenangan pikiran. Saya belum makan selama tiga hari,” ujar Adewale sembari menahan tangis saat korban masih ditawan.

Aksi penculikan demi meminta uang tebusan kini menjadi masalah keamanan utama di Nigeria, yang marak melibatkan geng kriminal serta kelompok bersenjata. Hingga saat ini, otoritas setempat belum merilis informasi resmi mengenai identitas maupun kelompok di balik serangan tersebut. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *