PBSI Pacu Regenerasi Atlet Muda Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan(ANTARA/Fauzan)

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus mengakselerasi program regenerasi atlet menyusul tren positif yang ditunjukkan sejumlah pemain muda di kancah internasional. Nama-nama seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah kini menjadi sorotan setelah mencatatkan lonjakan peringkat dunia yang signifikan sepanjang 2025.

Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, mengungkapkan bahwa percepatan regenerasi menjadi prioritas utama. Hal ini didasari oleh peta persaingan global saat banyak negara mulai mendominasi level elite dengan mengandalkan atlet berusia muda.

“Sebelum saya tidur, terkadang saya berpikir dan sedikit iri melihat negara-negara lain. Melihat atlet negara lain yang masih muda, sementara kita sudah senior. Kekhawatiran dan kegelisahan saya ini saya sampaikan kepada Sekjen PBSI,” ujar Fadil dalam acara Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (8/10).

Lonjakan Peringkat Pemain Muda

Berdasarkan data evaluasi Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, dua tunggal putra muda Indonesia menunjukkan progres yang terukur. Alwi Farhan berhasil menembus jajaran 10 besar dunia, sementara Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed) merangkak naik lebih dari 100 peringkat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.






Nama Atlet Peringkat (Januari 2025) Peringkat (Oktober 2025)
Alwi Farhan 49 Dunia 10 Dunia
Mohammad Zaki Ubaidillah 158 Dunia 29 Dunia

Fadil menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan bukti bahwa sistem pembinaan yang tepat dan terukur mulai membuahkan hasil. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat organisasi berpuas diri, melainkan menjadi pesan bahwa proses yang benar akan menghasilkan output yang nyata.

Sistem Pembinaan Menyeluruh

PBSI kini tidak lagi hanya mengandalkan bakat alam atau figur pelatih tunggal. Prestasi nasional diarahkan untuk lahir dari sistem pembinaan komprehensif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu (sport science), mulai dari pelatih teknik dan fisik, tim medis, psikolog, ahli nutrisi, fisioterapis, hingga analisis video.

Selain itu, pendekatan latihan kini lebih bersifat personal. “Saya selalu tekankan kepada para pelatih, tolong perhatikan atletnya satu per satu, karena tidak ada satu atlet yang memiliki ukuran yang sama. Pasti berbeda. Tolong dilatih sesuai dengan ukurannya,” tegas Fadil.

Target Olimpiade Los Angeles 2028

Meski Indonesia baru saja meraih kesuksesan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan koleksi dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, PBSI menegaskan bahwa ajang tersebut bukanlah tujuan akhir. Fokus jangka panjang kini diarahkan sepenuhnya pada Olimpiade Los Angeles 2028.

PBSI menargetkan kedalaman skuad yang merata di seluruh sektor, termasuk sektor putri, guna memastikan Indonesia dapat meloloskan wakil secara maksimal dan kembali merebut medali emas di panggung olahraga tertinggi dunia tersebut. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *