
MANAJEMEN Indeks Polusi Udara (APIMS) Malaysia melaporkan sedikitnya 37 kawasan di negara tersebut mencatat indeks polusi udara (IPU) dalam kategori tidak sehat pada Rabu (7/10/2026) siang pukul 13.00 waktu setempat. Berdasarkan data yang dihimpun, angka IPU di puluhan wilayah tersebut berada pada rentang 111 hingga 189.
Wilayah yang terdampak mencakup area strategis dan padat penduduk. Di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, polusi udara tinggi terdeteksi di kawasan Cheras dan Batu Muda. Sementara itu, di negara bagian Selangor, kondisi tidak sehat dilaporkan terjadi di Johan Setia, Shah Alam, Petaling Jaya, Banting, Klang, hingga Kuala Selangor.
Penyebaran polusi udara ini juga meluas ke wilayah selatan dan timur. Di Johor, terdapat delapan titik dengan IPU tidak sehat, termasuk Batu Pahat, Segamat, Pasir Gudang, dan Larkin. Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Putrajaya, Negeri Sembilan (Nilai, Seremban, Port Dickson), serta Melaka (Bukit Rambai, Alor Gajah, Bandaraya Melaka).
Di wilayah semenanjung bagian utara dan timur, polusi tercatat di Perak (Tasek Ipoh, Seri Manjung), Pahang (Temerloh, Kuantan), serta Terengganu (Kemaman, Kuala Terengganu). Sementara di wilayah Malaysia Timur, titik polusi terdeteksi di Tawau, Sabah, dan IPD Serian, Sarawak.
Kondisi di ibu kota Kuala Lumpur dilaporkan cukup mengkhawatirkan akibat kabut asap yang menyelimuti kota. Pantauan di lapangan menunjukkan jarak pandang berkurang drastis hingga gedung-gedung pencakar langit tampak samar secara kasat mata. Fenomena ini dilaporkan telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap mulai berdampak pada kesehatan fisik warga. Paparan udara luar ruangan dalam durasi lama dilaporkan menyebabkan mata terasa perih. Otoritas terkait terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sistem APIMS guna memberikan peringatan dini bagi masyarakat. (Ant/Z-10)
