
EMPAT warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok perompak di Somalia akhirnya tiba di tanah air. Para korban mendarat di Terminal VVIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Selasa malam sekitar pukul 18.41 WIB.
Kedatangan para ABK tersebut disambut langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir. Suasana haru menyelimuti pertemuan para korban dengan keluarga yang telah menunggu, bahkan salah satu orang tua korban dilaporkan sempat tidak sadarkan diri akibat luapan emosi melihat anaknya selamat.
Identitas WNI ABK MT Honour 25
Keempat WNI yang berhasil dibebaskan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
| Nama | Jabatan | Asal Daerah |
|---|---|---|
| Ashari Samadikun | Kapten Kapal | Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan |
| Adi Faizal | 2nd Officer | Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan |
| Wahudinanto | Chief Officer | Pemalang, Jawa Tengah |
| Fiki Mutakin | ABK | Bogor, Jawa Barat |
Kronologi dan Proses Pembebasan
Kapal MT Honour 25 dibajak oleh kelompok perompak pada 22 April di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia. Di dalam kapal tersebut terdapat total 16 awak kapal yang terdiri dari 4 WNI, 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.
Proses pembebasan melibatkan negosiasi panjang dan koordinasi lintas negara. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Nairobi di Kenya, serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan, bekerja sama dengan otoritas setempat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha terkait untuk memastikan keselamatan para ABK.
Komitmen Pemerintah: Menko PMK Sugiono menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal. Perhatian penuh diberikan pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan agar para ABK dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Apresiasi Lintas Sektoral
Menko PMK menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan dan pemulangan ini. Ucapan terima kasih ditujukan khusus kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, serta KBRI Yaounde.
Sebelumnya, pihak Kemlu juga telah memastikan bahwa selama masa penyanderaan, kebutuhan logistik para WNI terpenuhi dan hak-hak mereka, termasuk gaji, tetap dibayarkan oleh pihak pemberi kerja. (Ant/I-1)
