Blok M Direvitalisasi, Pramono Minta Identitas Kawasan tak Hilang
Para penjual UMKM menjajakan dagangannya di Blok M Hub Kuliner di kawasan Blok M, Jakarta.(Dok. Kementerian UMKM)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta revitalisasi Blok M, Jakarta Selatan, tidak menghilangkan karakter kawasan yang selama ini menjadi magnet masyarakat, terutama anak muda.

Hal itu disampaikan Pramono saat meluncurkan konsep desain transformasi Blok M fase ultimate. Ia menegaskan, modernisasi kawasan harus tetap mempertahankan ruh Blok M sebagai ruang yang hidup, terbuka dan menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan.

“Saya betul-betul berkeinginan bahwa walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” kata Pramono.

Menurut Pramono, kekuatan Blok M justru terletak pada karakter uniknya. Masyarakat yang datang ke Jakarta, khususnya anak muda, kerap menjadikan Blok M sebagai tujuan untuk mencari kuliner baru, mengikuti tren hingga berbelanja dengan harga terjangkau.

“Orang mengatakan Blok M ini menjadi negara Blok M. Itulah yang menjadi kekuatan utama Blok M,” ujarnya.

Pramono mengatakan konektivitas transportasi yang semakin baik akan memperkuat posisi Blok M. Kawasan tersebut kini terhubung dengan MRT, Trans-Jakarta dan TransJabodetabek sehingga semakin mudah dijangkau.

Ia meminta PT MRT Jakarta dan Intiland mempertahankan Blok M sebagai kawasan yang hidup, terkoneksi dan menjadi ruang kolaborasi budaya serta kreativitas anak muda.

“Tempat untuk bekerja yang tidak pernah putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak-anak muda, dan juga tradisi budaya yang baru,” kata Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan transformasi Blok M merupakan bagian dari pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) melalui pengelolaan Blok M Hub.

Tuhiyat menyebut bangunan Blok M telah berusia 34 tahun. Saat ini terdapat 334 tenant aktif dengan jumlah pengunjung lebih dari 25 ribu orang per hari.

“Transformasi fase ultimate akan mencakup lima agenda utama, yakni revitalisasi terminal, pengembangan kawasan mixed use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, pengembangan destinasi komersial serta penataan ruang terbuka publik,” beber Tuhiyat saat sambutan.

Ruang terbuka publik, terang dia, nantinya ditargetkan lima kali lebih luas dari kondisi saat ini. Sementara luas kawasan secara keseluruhan akan menjadi sekitar 10 kali lebih besar.

“Revitalisasi dilakukan bertahap. Terminal, retail dan podium ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029. Pengembangan kawasan mixed use dilanjutkan secara bertahap setelahnya,” pungkasnya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *