Lestari Moerdijat: Literasi Kebudayaan Kunci Rawat Karakter Bangsa
– Siswa menyaksikan seorang seniman mendongeng menggunakan media wayang bambu di sekolah rakyat di Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/9/2025).(Antara)

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa literasi kebudayaan merupakan fondasi moral yang krusial bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, literasi kebudayaan bukan sekadar pengetahuan tentang seni dan tradisi, melainkan instrumen penting untuk merawat kesadaran bernegara di tengah perubahan zaman.

Lestari, yang akrab disapa Rerie, menyoroti bahwa tantangan utama saat ini bukanlah hilangnya kesenian lokal, melainkan terputusnya keterhubungan generasi muda dengan akar budayanya sendiri. Ia menilai, pelestarian warisan budaya adalah upaya fundamental dalam menjaga identitas bangsa.

“Ketika kita bicara tentang kesenian lokal, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan,” ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10).

Budaya sebagai Akar Demokrasi

Lebih lanjut, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini berpendapat bahwa demokrasi tidak akan berdiri kokoh tanpa akar budaya yang kuat. Ia mengingatkan agar demokrasi tidak dipersempit hanya sebatas kontestasi politik. Demokrasi membutuhkan fondasi yang lebih dalam, yakni warga negara yang saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memiliki rasa memiliki terhadap budaya bangsanya.

Capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK)

Berdasarkan data dari Kementerian Kebudayaan, terdapat capaian positif sekaligus tantangan dalam pembangunan kebudayaan nasional. Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tahun 2025 menunjukkan angka yang melampaui target awal.








Indikator Kebudayaan 2025 Nilai/Capaian
Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) 59,98
Target IPK 2025 58,39
Dimensi Ketahanan Sosial Budaya 75,71
Dimensi Budaya Literasi 64,40

Meskipun IPK secara keseluruhan melampaui target, Rerie mencatat bahwa dimensi budaya literasi yang berada di angka 64,40 masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Hal ini terutama berkaitan dengan penguatan keterhubungan generasi muda dengan warisan budaya mereka.

Langkah Konkret dan Digitalisasi

Sebagai Anggota Komisi X DPR RI, Rerie mendorong langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi kebudayaan. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas seni, hingga masyarakat luas.

Beberapa pendekatan yang disarankan meliputi:

  • Pendekatan Kreatif: Mengenalkan budaya melalui cerita rakyat, permainan tradisional, lagu dolanan, dan pementasan seni yang menyenangkan bagi generasi muda.
  • Optimalisasi Digital: Memanfaatkan media sosial dan ruang digital sebagai sarana edukasi budaya.
  • Literasi Kritis: Memastikan pemanfaatan teknologi digital disertai dengan kemampuan memilah konten agar generasi muda tidak terjebak pada informasi budaya yang tidak akurat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman,” pungkas Rerie.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *