
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimismenya terhadap pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah mengalami tekanan signifikan akibat kombinasi sentimen global dan domestik sepanjang tiga kuartal pertama tahun 2026.
Berdasarkan data year to date (ytd), IHSG tercatat melemah sebesar 2.528,08 poin atau menyusut 29,24 persen ke posisi 6.118,86 per 5 Oktober 2026. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan posisi penutupan 30 Desember 2025 yang berada di level 8.646,94.
“Ke depan, kami, OJK tetap optimistis terkait dengan peluang pemulihan pasar domestik, meskipun pergerakannya masih terus akan dipengaruhi berbagai dinamika kondisi global dan juga kinerja fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Senin (5/10).
Fase Pemulihan dari Titik Terendah
Hasan menjelaskan bahwa optimisme otoritas didasarkan pada pergerakan IHSG yang mulai menunjukkan fase pemulihan. Indeks sempat menyentuh posisi terendahnya tahun ini di level 5.342,14 pada 8 Juni 2026.
“Pembalikan IHSG dari titik terendahnya di bulan Juni lalu menunjukkan adanya ruang untuk pemulihan kondisi pasar ke depan,” imbuh Hasan.
Untuk mendukung tren positif tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen memperkuat transparansi, tata kelola, serta pelindungan investor. Langkah pendalaman pasar juga terus dilakukan guna meningkatkan kepercayaan investor lokal maupun asing, baik ritel maupun institusi.
Faktor Tekanan Global dan Domestik
Menilik penyebab tekanan pasar sepanjang 2026, Hasan menjabarkan sejumlah faktor mancanegara, di antaranya:
- Ketidakpastian geopolitik yang menghambat distribusi komoditas.
- Lonjakan harga komoditas yang memicu inflasi global.
- Ekspektasi suku bunga acuan global yang bertahan tinggi dalam waktu lama (higher for longer).
- Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan penyesuaian strategi investasi investor asing.
Sedangkan dari sisi domestik, perhatian investor global tertuju pada implementasi reformasi kebijakan pasar modal Indonesia sepanjang 2026 serta penilaian dari penyedia indeks global yang memengaruhi strategi alokasi aset.
Kinerja Perdagangan Terkini
Pada penutupan perdagangan Senin (5/10) sore, IHSG menunjukkan performa positif dengan menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke posisi 6.118,86. Indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 7,77 poin atau 1,30 persen ke level 603,23.
- Frekuensi Transaksi: 1,64 juta kali
- Volume Saham: 40,24 miliar lembar
- Nilai Transaksi: Rp9,96 triliun
- Pergerakan Saham: 547 naik, 164 turun, 252 stagnan
OJK memastikan akan terus menjaga integritas dan investabilitas pasar modal agar dapat tumbuh berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi yang menantang. (Ant/E-3)
