
Kaki termasuk bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat. Saat beraktivitas, produksi keringat pada kaki dapat meningkat dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri di permukaan kulit.
Interaksi antara keringat dan bakteri inilah yang kemudian dapat menimbulkan bau tidak sedap. Namun, bagaimana jika kaki sudah dibersihkan saat mandi, tetapi baunya tetap muncul?
Kenapa Kaki Mengeluarkan Bau?
Kaki memiliki lebih dari 250.000 kelenjar keringat pada setiap telapak. Kulit kaki juga dihuni bakteri yang dapat menghasilkan senyawa berbau ketika berinteraksi dengan keringat. Kondisi hangat dan lembap, terutama di dalam sepatu, dapat membuat bakteri serta jamur lebih mudah berkembang.
Karena itu, membersihkan kaki saja belum tentu cukup untuk mencegah bau. Jika aroma tetap muncul setelah kaki dicuci, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan, mulai dari produksi keringat hingga kondisi kaki dan alas kaki.
Beberapa faktor yang dapat membuat bau kaki lebih mudah muncul antara lain:
- Keringat berlebih: Cuaca, aktivitas fisik, alas kaki, perubahan hormon, kondisi kesehatan, dan stres dapat memengaruhi produksi keringat. Pada penderita hiperhidrosis, keringat dapat keluar secara berlebihan sehingga kaki lebih mudah lembap.
- Infeksi jamur: Athlete’s foot atau infeksi jamur pada kaki dapat menimbulkan bau. Kondisi ini lebih mudah berkembang ketika kaki berada dalam keadaan hangat dan lembap.
- Infeksi bakteri: Lecet, kuku yang tumbuh ke dalam, atau luka pada kaki dapat mengalami infeksi. Kondisi tertentu seperti pitted keratolysis juga dapat menghasilkan bau yang kuat.
- Kondisi kesehatan dan obat-obatan: Kelebihan berat badan, gangguan ginjal atau hati, kondisi tiroid, serta beberapa jenis obat dapat memengaruhi produksi keringat atau bau tubuh.
- Sepatu dan kaus kaki: Alas kaki yang memerangkap keringat dapat membuat kaki tetap lembap. Sepatu yang sama juga sebaiknya tidak digunakan terus-menerus karena membutuhkan waktu untuk mengering. Semakin lama digunakan, semakin banyak keringat dan bakteri yang dapat menumpuk.
Cara Mengatasi Bau Kaki
Penanganan bau kaki perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk menjaga kaki tetap bersih dan kering, cuci kaki setidaknya sekali sehari, rawat kuku dan kulit kaki, serta gunakan bedak kaki atau antiperspiran bila diperlukan.
Kondisi alas kaki juga perlu diperhatikan. Gunakan kaus kaki berbahan yang menyerap keringat, pilih sepatu yang memungkinkan sirkulasi udara, dan biarkan sepatu mengering sebelum digunakan kembali. Hindari menggunakan kaus kaki atau sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut.
Jika bau disebabkan infeksi jamur, dokter dapat memberikan obat antijamur. Sementara itu, keringat berlebih dapat ditangani dengan antiperspiran yang lebih kuat atau perawatan untuk mengurangi produksi keringat. Jika bau tidak membaik setelah perawatan mandiri atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Sumber: National Health Service, Cleveland Clinic, Alodokter
