
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap sejumlah kelebihan maung, mobil dinas barunya yang disebut lebih lega dibandingkan mobil dinas sebelumnya. Selain kenyamanan, kendaraan tersebut dinilai mendukung mobilitas kerja, termasuk saat harus menghadapi kemacetan.
Airlangga mengatakan ruang kabin mobil tersebut terasa lebih luas, terutama untuk area kepala dan kaki. Ia membandingkannya dengan Toyota Crown yang sebelumnya digunakannya sebagai kendaraan dinas.
“Ini dibandingkan Crown jauh lebih lega. Baik dari segi kepala maupun kaki,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Senin (5/10).
Airlangga juga memperlihatkan bagian dalam kendaraan tersebut. Ia menyebut kursinya cukup nyaman dan dapat diatur posisinya, termasuk direbahkan maupun dinaikkan dan diturunkan. Interior mobil juga dilengkapi sejumlah teknologi untuk menunjang kenyamanan penumpang.
“Tempat duduknya comfy. Ini bisa reclining, bisa naik bisa turun. Terus dingin,” ujarnya.
Untuk fitur hiburan dan konektivitas, mobil tersebut telah dilengkapi Bluetooth dan layar sentuh. Namun, Airlangga mengaku tetap mempertimbangkan aspek privasi ketika menggunakan koneksi Bluetooth di dalam kendaraan.
Menurut dia, karakter kendaraan tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas. Mobil yang digunakan merupakan jenis SUV sehingga suara ban masih terdengar dari dalam kabin.
Dari sisi kenyamanan berkendara, Airlangga mengatakan suspensi mobil dibuat agak keras. Menurut dia, karakter tersebut justru diperlukan karena kendaraan juga akan digunakan untuk perjalanan ke berbagai daerah.
“Suspensinya kalau mobil seperti ini kan harus yang agak keras. Karena bisa untuk ke daerah-daerah,” katanya.
Kendaraan tersebut juga dinilai cukup mendukung aktivitas kerja selama perjalanan. Airlangga mengatakan kemacetan tidak selalu menjadi hambatan untuk bekerja ketika berada di dalam mobil.
Saat ditanya mengenai efisiensi bahan bakar, Airlangga mengatakan penggunaan mobil tersebut masih dalam tahap uji coba. Kendaraan itu menggunakan mesin diesel berkapasitas 2.200 cc.
Dari sisi kelengkapan, mobil tersebut memiliki atap yang berbeda dengan kendaraan yang digunakan Presiden Prabowo Subianto. Airlangga mengatakan mobilnya tidak menggunakan sunroof seperti kendaraan Presiden.
Atap kendaraan tersebut dapat dibuka secara manual dengan cara dilepas. Menurut Airlangga, mekanisme tersebut membuatnya tidak bergantung pada tombol elektronik.
Airlangga juga menilai mobil tersebut cukup kompetitif untuk kendaraan kelas premium. Ia menyebut kendaraan itu berada di kelas yang setara dengan mobil premium lainnya.
Sementara itu, terkait penggunaan kendaraan serupa oleh menteri lain, Airlangga mengatakan pengadaan untuk menteri lainnya disebut akan dilakukan pada akhir bulan. (Mir/P-3)
