
Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan signifikan sepanjang September 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.071,14, mengalami koreksi sebesar 6,96% secara month to month (mtm).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa tekanan ini juga terlihat dari pergerakan dana investor asing. Pada September 2026, investor asing mencatatkan net sale sebesar Rp10,24 triliun. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi Agustus 2026 yang masih membukukan net buy sebesar Rp1,19 triliun.
“Investor asing membukukan net sale Rp10,24 triliun,” ujar Hasan dalam konferensi pers daring Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulan September, Senin (5/10).
Kinerja Pasar Obligasi dan Reksa Dana
Selain pasar saham, pasar obligasi juga mengalami tekanan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) terkoreksi 0,23% mtm ke level 439,05. Meski demikian, aliran modal keluar (outflow) investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dinilai masih terbatas dengan nilai net sale Rp340 miliar.
Di sektor pengelolaan investasi, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp637,07 triliun, mengalami penurunan 2,42% secara mtm. Penurunan ini merupakan bagian dari penyesuaian industri terhadap dinamika pasar keuangan global yang fluktuatif.
| Indikator Pasar (Sept 2026) | Nilai/Posisi | Perubahan (mtm) |
|---|---|---|
| IHSG | 6.071,14 | -6,96% |
| Net Sale Asing (Saham) | Rp10,24 Triliun | Berbalik dari Net Buy |
| ICBI (Obligasi) | 439,05 | -0,23% |
| NAB Reksa Dana | Rp637,07 Triliun | -2,42% |
Pertumbuhan Investor dan Produk Baru
Menariknya, di tengah tekanan harga, minat masyarakat terhadap pasar modal justru melonjak. Terdapat penambahan 1,03 juta investor baru pada September 2026, sehingga total investor mencapai 32,17 juta orang. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 57,96% secara year to date (ytd) sepanjang tahun 2026.
Produk investasi baru seperti Exchange Traded Fund (ETF) emas juga menunjukkan tren positif. Sejak diluncurkan pada 10 Agustus 2026, telah terbit tujuh produk ETF emas dengan total dana kelolaan mencapai Rp105,63 miliar hingga akhir September.
Penghimpunan Dana dan Bursa Karbon
OJK mencatat penghimpunan dana korporasi melalui penawaran umum secara ytd telah mencapai Rp186,03 triliun. Saat ini, masih terdapat 29 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp26,47 triliun. OJK optimis mengejar target penghimpunan dana tahun 2026 sebesar Rp250 triliun.
Sementara itu, pada sektor ekonomi hijau, Bursa Karbon mencatatkan 160 pengguna jasa terdaftar hingga 30 September 2026. Volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,97 miliar.
Catatan OJK: Meskipun pasar mengalami tekanan, likuiditas pasar saham tetap stabil dengan rata-rata bid-ask spread di level 1,2%. OJK berkomitmen memperkuat pengawasan dan perlindungan investor untuk menjaga integritas pasar modal domestik.
