
STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Yudhit Adiyatma, menjelaskan bahwa peringatan dini ini didasarkan pada kondisi sinoptik terkini. Saat ini, wilayah Jawa dan sekitarnya masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan berkisar antara 15 hingga 20 knots.
“Kondisi tersebut berkontribusi terhadap pembentukan gelombang laut dengan ketinggian dalam kategori sedang di wilayah perairan DIY,” ujar Yudhit dalam keterangan resminya, Minggu (4/10).
Berdasarkan analisis cuaca, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY terpantau masih rendah. Hal ini menyebabkan kondisi cuaca secara umum cenderung cerah hingga berawan. Namun, di perairan selatan DIY, terdapat peluang terjadinya gelombang dengan ketinggian antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Yudhit memberikan peringatan khusus bagi para pelaku aktivitas kelautan. Kecepatan angin hingga 15 knots yang disertai tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dinilai berbahaya bagi perahu nelayan. Sementara itu, risiko lebih besar mengintai kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knots dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Masa Berlaku Peringatan Dini:
Peringatan gelombang tinggi ini berlaku mulai Senin (5/10) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (8/10) pukul 07.00 WIB.
Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal di pesisir selatan Yogyakarta, diimbau untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG guna menghindari kecelakaan laut.
