John Herdman Ungkap Drama Injury Time Indonesia vs Bangladesh
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

PELATIH Timnas Indonesia, John Herdman membeberkan dinamika yang terjadi pada masa tambahan waktu saat laga pemungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10).

Drama terjadi ketika wasit awalnya hanya memberikan waktu tambahan dua menit. Namun, saat friksi yang timbul di lapangan membuat wasit mendadak mengubah keputusan dan menambah durasi injury time menjadi tujuh menit.

“Ketika mereka mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu dua menit, saya pikir semua orang di stadion tahu bahwa ada kesalahan,” kata Herdman pasca pertandingan.

Menurutnya, beberapa pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) yang sempat bergulir sebelum masa tambahan waktu membuat durasi dua menit terasa janggal. Kepastian adanya kekeliruan itu ia dapatkan langsung setelah mengonfirmasi kepada perangkat pertandingan di pinggir lapangan.

“Ketika kami bertanya kepada ofisial keempat, ‘Apakah ini sebuah kesalahan?’ dia mengatakan iya,” ujar Herdman.

Situasi tersebut sempat memicu keraguan di area permainan hingga Bangladesh berhasil menyarangkan gol. Meski demikian, Herdman memberikan apresiasi tinggi atas ketenangan dan mental bertanding anak-asuhnya dalam merespons tekanan mendadak tersebut.

“Saya pikir itu menjadi momen yang sulit bagi kami. Tetapi lihat bagaimana para pemain ini merespons. Respons mereka luar biasa,” katanya.

Persiapan taktis sehari sebelum laga rupanya turut membentuk kesiapan mental Skuad Garuda. Herdman menceritakan momen saat ia menguji keyakinan para pemain terkait efisiensi waktu di atas lapangan.

“Mereka menjawab tiga. Saya bilang, ‘Tidak mungkin.’ Ternyata kami mencetak tiga gol dalam 37 detik,” ujar Herdman.

Ia menilai insiden di lapangan merupakan hal yang wajar dalam sepak bola dan tidak perlu dibesar-besarkan, termasuk kekeliruan yang dilakukan oleh pengadil lapangan.

“Apakah wasit membuat keputusan atau apa pun itu, semua orang bisa melakukan kesalahan,” katanya.

Rasa bangga melingkupi Herdman melihat daya juang yang ditunjukkan para pemain sepanjang laga penentu tersebut.

“Ini sudah dua pertandingan berturut-turut mereka benar-benar berjuang mati-matian di lapangan untuk negara ini. Saya bangga. Sangat bangga,” tuturnya.

Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh memastikan langkah Indonesia ke partai puncak sebagai juara Grup A. 

Skuad Garuda mengoleksi tujuh poin, setara dengan Malaysia yang menundukkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat. Indonesia berhak berada di puncak klasemen dan mengamankan tiket final berkat keunggulan produktivitas gol. (Ndf)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *