Peluncuran Prangko Prisma 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Swiss
Prangko Prisma simbol persahabatan Indonesia -Swiss.(Dok. KBRI Bern)

MEMASUKI usia 75 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Swiss terus memperkuat kemitraan bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, teknologi, hingga pengolahan mineral. Momentum bersejarah ini ditandai dengan peluncuran Prangko Prisma Peringatan 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Swiss oleh KBRI Bern pada Kamis (17/9), bertepatan dengan Resepsi Diplomatik kedua negara.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Sekretaris Negara Swiss bidang Pendidikan, Riset, dan Inovasi (SERI) Martina Hirayama, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik Departemen Luar Negeri Swiss, Dubes Markus Leitner. Secara simbolis, Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menyerahkan prangko tersebut kepada kedua pejabat tinggi Swiss tersebut.

Simbol Konektivitas dan Persahabatan

Hubungan diplomatik kedua negara yang dimulai sejak November 1951 telah berkembang pesat dalam semangat saling menghormati. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi tonggak penting untuk meningkatkan status hubungan bilateral menuju kemitraan strategis. Penguatan ini didukung oleh instrumen hukum seperti Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT).

Dubes Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa penerbitan prangko ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menguatkan kesadaran akan pentingnya konektivitas. “Terdapat empat desain Prangko Prisma yang diluncurkan, menggambarkan semangat kebersamaan dalam perbedaan. Prangko ini menyimbolkan fungsi jembatan komunikasi serta nilai-nilai dasar kemasyarakatan kedua bangsa,” ujarnya.

Tema Peringatan 75 Tahun:

“Trust, Innovation, Partnership” (Kepercayaan, Inovasi, Kemitraan). Tema ini mencerminkan komitmen menghadapi dinamika geopolitik melalui kerja sama strategis dan kemandirian teknologi.

Kolaborasi Budaya dan Inovasi

Desain prangko dirancang oleh tim Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern dengan mengangkat pesan persahabatan dan keberagaman. Dalam proses produksinya, KBRI Bern bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menambahkan bahwa prangko ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya sikap saling menghormati antarbangsa. “Melalui desain yang saling melengkapi, kami ingin mengingatkan pentingnya kemitraan untuk mewujudkan perdamaian antarbangsa,” tutur Dahlia.

Selain kerja sama tingkat pemerintah (G-to-G), hubungan people-to-people contact juga terus dipacu melalui program pendidikan, pariwisata, hingga pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kerja sama terbaru di bidang pengolahan mineral dan logam strategis semakin menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Swiss kini berorientasi pada inovasi dan manfaat bersama yang berkelanjutan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *