
KASUS influenza di Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan diiringi dengan meningkatnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui ada kenaikan kasus influenza dalam jumlah yang belum signifikan.
“Memang ada kenaikan, tetapi sebenarnya kenaikannya kecil sekali,” kata Pramono dikutip Rabu (30/9).
Pramono mengatakan kenaikan kasus baru dapat dikategorikan sebagai outbreak atau wabah apabila mencapai lebih dari 150 persen. Sementara itu, kenaikan kasus influenza di Jakarta saat ini masih berada jauh di bawah ambang tersebut.
“Karena kenaikannya hanya 15 persen, menurut para ahlinya, bukan saya ini, ini masih sangat mild atau sehingga dengan demikian Jakarta masih aman-aman saja untuk hal yang berkaitan dengan influenza,” ujar Pramono.
Meski masih terkendali, Pramono meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala influenza maupun ISPA.
Warga yang mengalami gejala diminta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia memastikan puskesmas dan rumah sakit di Jakarta tetap terbuka untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kasus ISPA meningkat sekitar 15,7 persen. Namun, peningkatan tersebut dinilai masih mengikuti pola musiman dan belum menunjukkan lonjakan signifikan kasus influenza A.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan data tersebut berasal dari pemantauan Puskesmas di seluruh wilayah Jakarta.
Menurutnya, kenaikan kasus ISPA tidak dapat langsung dikaitkan dengan influenza A karena ISPA dapat disebabkan berbagai faktor risiko dan kuman penyebab.
“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen. Namun, peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta berarti seluruhnya disebabkan oleh Influenza A,” kata Ani.
Ani menambahkan, data kunjungan rumah sakit melalui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Dengan kondisi tersebut, Dinkes DKI belum dapat menyimpulkan peningkatan ISPA saat ini disebabkan oleh influenza A.
“Dari data kunjungan RS melalui SIRS Online belum dapat dikatakan terjadi lonjakan yang signifikan,” kata dia. (H-4)
