
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), merilis laporan terbaru terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Akumulasi luas area terbakar di Kabupaten PPU termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), sejak Januari hingga akhir September 2026 telah mencapai 470,28 hektare dari total 199 kejadian Karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, sementara itu khusus di Agustus hingga 28 September 2026 luas lahan yang terbakar mencapai 199 hektare dengan jumlah kejadian 174 karhutla tersebar di empat kecamatan se PPU.
Ia membeberkan, berdasarkan laporan harian kebencanaan sepanjang Janurai hingga 28 September 2026, tercatat Kecamatan Penajam menjadi wilayah yang paling terdampak Karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 297,70 hektare dari 104 kejadian.
Selanjutnya, Kecamatan Sepaku termasuk IKN tercatat 31 kejadian dengan luas terbakar 83,09 hektare, disusul Kecamatan Babulu sebanyak 50 kejadian dengan luas 65,62 hektare, serta Kecamatan Waru sebanyak 14 kejadian dengan luas area terbakar 23,87 hektare.
Khusus pada Senin (28/9), tim gabungan pemadam karhutla memantau serta menangani sejumlah titik Karhutla yang tersebar di beberapa kawasan yakni di RT 02 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam kebakaran lahan seluas 50 hektare yang terjadi sejak Sabtu (26/9) kemarin dan masih berada dalam pemantauan serta penanganan tim.
“Lalu di Desa Bukit Subur RT 09 dan Kelurahan Petung RT 16, Kecamatan Penajam, serta Desa Labangka RT 07 di Kecamatan Babulu, hingga kini masih dalam proses penanganan pemadaman,” tuturnya.
Sementara itu, ada beberapa titik lainnya seperti di Kelurahan Lawe-Lawe seluas 6,84 hektare, Desa Labangka 4 hektare , Desa Bangun Mulya 0,25 hektare, Desa Tengin Baru 3 hektare dan Desa Babulu Darat 1 hektare, dipastikan telah berhasil dipadamkan.
Selian penanganan karhutla, pihaknya juga melaksanakan penyaluran air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Sejauh ini sebanyak 30 ribu liter air bersih didistribusikan kepada 223 Kepala Keluarga di Desa Api-Api, Kecamatan Waru.
“Dengan tambahan ini, total air bersih yang disalurkan kepada masyarakat telah mencapai 1 juta liter lebih,” tukas Nurlaila.
Ia menambahkan, terkait dampak asap Karhutla, hasil pengukuran kualitas udara pada siang hari menunjukkan indikator PM2,5 dan PM10. Dimana rata-rata empat kecamatan berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Bahkan, kadar PM10 tertinggi tercatat di Kecamatan Sepaku sebesar 177 mikrogram per meter kubik pada Indoor dan 165,33 mikrogram per meter kubik pada Outdoor.
“Atas kondisi tersebut, kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada siang hari, membatasi pembakaran sampah, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” pungkasnya. (H-4)
