Filantropi Tak Lagi Sekadar Bantuan, Pemberdayaan Jadi Fokus Gerakan Sosial
Anita Ratna Faoziyah meraih penghargaan Tokoh Filantropi 2026 dalam ajang Kabar Award 2026 yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, baru-baru ini.(MI/HO)

GERAKAN filantropi di Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma, dari sekadar penyaluran bantuan karitatif menjadi upaya pembangunan dukungan masyarakat yang berkelanjutan. Fokus pada sektor pangan, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan menjadi krusial dalam menjawab tantangan sosial saat ini.

Salah satu sosok yang konsisten mengusung pendekatan ini adalah Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah. Atas dedikasinya selama enam tahun terakhir, Anita dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Filantropi 2026 dalam ajang Kabar Award 2026 yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, baru-baru ini.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam mengembangkan ekosistem filantropi yang mengedepankan tiga pilar utama: pelayanan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita berhasil mengintegrasikan berbagai kepentingan pemangku kebijakan untuk menciptakan dampak sosial yang nyata.

Program Unggulan dan Dampak Sosial

Dalam perjalanannya, Anita mengembangkan sejumlah program inovatif yang menyentuh akar rumput. Salah satunya adalah Papan Sedekah Sayur, sebuah inisiatif yang mempertemukan hasil pertanian lokal dengan kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera. Program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga membangun ekosistem berbagi yang melibatkan petani secara langsung.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan melalui program Rumah Sahabat Lansia. Di sini, para lanjut usia tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga pendampingan kesehatan dan perlindungan sosial untuk memastikan kualitas hidup mereka terjaga di masa tua.

Berikut adalah ringkasan capaian dan program utama Yayasan Rintisan Amal Bunda berdasarkan data yang dihimpun:










Indikator / Program Detail Informasi
Total Penerima Manfaat Sekitar 3,74 Juta Jiwa
Durasi Gerakan 6 Tahun
Pilar Kesehatan Khitan Gratis (Kolaborasi dengan PLN Indonesia Power & Puskesmas Adipala)
Pilar Pangan Papan Sedekah Sayur
Pilar Kelompok Rentan Rumah Sahabat Lansia
Sumber Daya Manusia Didukung ratusan relawan perempuan

Filantropi sebagai Ruang Pemberdayaan

Di bidang kesehatan, Anita aktif mendorong kolaborasi lintas sektor. Salah satu aksi nyatanya adalah penyelenggaraan khitan gratis bagi anak-anak di Cilacap, Jawa Tengah, yang terlaksana berkat sinergi dengan PLN Indonesia Power dan Puskesmas Adipala. Pola kolaborasi ini melibatkan relawan, komunitas, dunia usaha, hingga fasilitas kesehatan pemerintah.

Bagi Anita, keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang keluar, melainkan seberapa besar dampak lanjutan bagi penerimanya. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali berdaya.

“Saya selalu percaya bahwa setiap kebaikan harus punya dampak. Bukan hanya bagaimana bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan, tetapi bagaimana setelah itu mereka bisa kembali berdaya, memiliki harapan, dan merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendirian,” ujar Anita.

Penghargaan Tokoh Filantropi 2026 ini dipandang Anita bukan sebagai titik henti, melainkan momentum untuk memperluas jangkauan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus membuka akses dan kesempatan bagi kelompok yang membutuhkan pendampingan, menjadikan filantropi sebagai jembatan kemandirian masyarakat. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *