Profil Leo/Daniel: Perjalanan Reuni Menuju Emas Asian Games 2026
Leo Rolly Carnando/Daniel Martin.(Antara)

PASANGAN ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mencatatkan tinta emas dalam karier mereka dengan menyabet dua medali emas pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang keduanya, termasuk periode saat mereka sempat dipisahkan untuk berpasangan dengan atlet lain.

Pada partai final ganda putra perorangan yang berlangsung Selasa (29/9), Leo/Daniel sukses menundukkan wakil Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang. Kemenangan ini memastikan medali emas kedua bagi Indonesia dari cabang olahraga bulu tangkis sekaligus mengukuhkan dominasi mereka di level Asia.

Pilar Kebangkitan di Nomor Beregu

Sebelum meraih kejayaan di nomor perorangan, Leo/Daniel telah lebih dulu menjadi aktor kunci dalam keberhasilan tim beregu putra Indonesia meraih podium tertinggi. Lima hari sebelum final perorangan, Indonesia menghadapi situasi sulit di final beregu melawan Tiongkok.

Skuad Garuda sempat tertinggal 0-2 setelah kekalahan Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Namun, asa Indonesia kembali tumbuh lewat kemenangan Alwi Farhan. Leo/Daniel yang turun di partai keempat menghadapi He Ji Ting/Liu Yi tampil dominan dan menang dua gim langsung, 23-21 dan 21-10.

Kemenangan tersebut menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sebelum akhirnya Moh Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan dramatis Indonesia 3-2. Gelar ini sangat bersejarah karena mengakhiri penantian panjang Indonesia sejak terakhir kali menjuarai nomor beregu putra Asian Games pada 1998.

Reuni Setelah Periode Eksperimen

Pencapaian di Nagoya ini terasa spesial mengingat Leo dan Daniel sempat menjalani periode pemisahan. Sebagai pasangan yang sudah bersama sejak level junior, tim pelatih sempat mencoba kombinasi baru untuk menyegarkan kekuatan ganda putra Indonesia.

Dalam masa tersebut, Daniel Marthin sempat dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri, sementara Leo Rolly Carnando juga menjalani kompetisi dengan partner berbeda. Periode ini memberikan pengalaman berharga bagi keduanya dalam beradaptasi dengan karakter permainan yang beragam.

Ketika kembali dipasangkan pada awal 2026, Leo/Daniel harus membangun kembali chemistry dan pola permainan mereka. Evaluasi besar sempat dilakukan setelah kekalahan mereka dari Liang/Wang di Australian Open 2026, yang kemudian menjadi modal penting untuk membalas kekalahan tersebut di final Asian Games.

Konsistensi Menuju Podium Tertinggi

Sepanjang gelaran Asian Games 2026, Leo/Daniel menunjukkan mentalitas juara. Di babak semifinal beregu, mereka menjadi penentu kemenangan atas Thailand dengan mengalahkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga 21-15, 21-13.

Tren positif berlanjut di nomor perorangan. Sebelum menembus final, mereka menyingkirkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor meyakinkan 21-11, 21-14 di babak semifinal.

Catatan Prestasi Leo/Daniel di Asian Games 2026:

  • Medali Emas: Nomor Beregu Putra (Menang 3-2 vs China)
  • Medali Emas: Nomor Ganda Putra Perorangan (Menang vs Liang Wei Keng/Wang Chang)
  • Status: Mengakhiri puasa emas beregu putra Indonesia selama 28 tahun.

Dengan dua medali emas di tangan, reuni Leo/Daniel terbukti menjadi keputusan strategis yang tepat bagi bulu tangkis Indonesia. Aichi-Nagoya 2026 menjadi saksi kembalinya duet maut ini sebagai salah satu kekuatan utama ganda putra dunia. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *