
SEEKOR anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dengan selamat dari induk gajah binaan bernama Lisa, 45 tahun, di Camp Elephant Flying Squad (EFS) SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Kepala Sub Bag TU Balai Taman Nasional Tesso Nilo (Balai TNTNTN) Dian Indriarti mengatakan anak gajah yang baru lahir tersebut melengkapi silsilah keluarga gajah binaan Lisa. Kelahiran kali ini merupakan kelahiran ke-enam dari induk Lisa.
“Kelahiran ini merupakan hasil perkawinan (breeding) induk gajah Lisa dengan Gajah liar, membuktikan keberhasilan harmonisasi antara gajah binaan dan populasi liar dalam menjaga kelestarian spesies mereka,” kata Dian, Selasa (29/9).
Kondisi Kesehatan
Proses pemantauan intensif terhadap Gajah Lisa telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari mahout (pawang gajah), dokter hewan, dan perawat satwa sejak Minggu (27/9). Tim mendapati sejumlah tanda klinis awal menjelang persalinan, seperti pengerasan pada bagian mammae (kelenjar susu) serta tingkat kegelisahan induk yang meningkat melebihi kondisi harian.
Pada Senin pagi (28/9), pergerakan Lisa tercatat mulai melambat. Pemantauan ketat terus dilakukan hingga sore hari saat indikasi persalinan semakin mendekati fase akhir.
“Puncak persalinan terjadi pada pukul 19.00 WIB, di mana Lisa berhasil melahirkan bayi gajah jantan secara mandiri dan selamat di area Camp EFS TNTN. Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, tepatnya pukul 19.20 WIB, bayi gajah tersebut sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik dengan mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan pengukuran morfometri oleh tim medis, bayi gajah jantan ini dinyatakan dalam kondisi sehat dengan rincian data fisik sebagai berikut:
- Tinggi Badan: 96 cm
- Panjang Badan: 101 cm
- Lingkar Dada: 125 cm
- Suhu Tubuh: 36 °C
- Berat Badan: ± 129 kg
“Kelahiran anak Gajah Lisa ini menjadi angin segar bagi populasi gajah sumatera yang terancam punah. Saat ini, tim medis satwa dan para mahout terus melakukan pengawasan melekat 24 jam untuk memantau asupan nutrisi awal (asupan ASI) serta memastikan kondisi fisik induk dan bayi gajah tetap stabil dan aman,” ungkapnya.
“Pihak Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim lapangan, mahout, dan tenaga medis yang terus bersiaga mengawal proses kelahiran ini hingga berjalan lancar,” pungkasnya.(H-4)
