
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) meningkatkan pengawasan terhadap kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan dengan memasang alat uji emisi di sejumlah titik strategis guna memantau dampak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara, Rakhmadi, menjelaskan bahwa kolaborasi antara KLH dan pemerintah provinsi ini bertujuan untuk memantau fluktuasi kualitas udara secara harian.
“KLH dan pemerintah provinsi memasang alat uji emisi di sejumlah titik untuk melihat fluktuasi kualitas udara harian,” ujar Rakhmadi di Penajam, Sabtu (26/9).
Titik Pemantauan dan Kondisi Terkini
Pemasangan alat uji emisi tersebut difokuskan pada empat area utama, yakni zona transportasi, permukiman, perkantoran, dan kawasan industri. Rakhmadi menambahkan bahwa alat uji tersebut bersifat fleksibel, di mana posisinya dapat dipindah atau diperbaharui secara berkala sesuai kebutuhan pemantauan di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan terkini, kualitas udara di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren membaik. Namun, Rakhmadi mencatat bahwa peningkatan kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara belum merata sepenuhnya.
Kualitas udara di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru terpantau mulai membaik setelah diguyur hujan beberapa hari lalu. Sebaliknya, wilayah Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku dilaporkan belum mendapatkan curah hujan, sehingga kondisi udaranya masih memerlukan perhatian khusus.
Imbauan bagi Masyarakat
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari saat paparan polutan dan cuaca panas mencapai puncaknya. Warga juga diwajibkan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut jika harus beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk melakukan langkah-langkah preventif secara mandiri, seperti:
- Menutup pintu dan jendela saat kualitas udara memburuk.
- Menghindari aktivitas pembakaran sampah secara terbuka.
- Rutin menjaga kebersihan rumah dengan metode yang meminimalkan debu.
Langkah pemantauan ini diharapkan dapat memberikan data akurat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat selama periode kemarau di Kalimantan Timur.
