Kualitas Udara Kalsel Membaik setelah Hujan dan Operasi Modifikasi Cuaca
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KUALITAS udara di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaporkan mulai membaik menyusul turunnya hujan dengan intensitas cukup deras di sejumlah titik pada Jumat (25/9) sore. Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan pada Sabtu (26/9), indeks kualitas udara kini berada pada level Sedang dengan konsentrasi PM2,5 berkisar antara 15,5 hingga 55,6.

Membaiknya kondisi atmosfer ini merupakan dampak positif dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di langit Kalimantan. Kepala BNPB, Suharyanto, sebelumnya menyatakan bahwa OMC dilakukan secara intensif untuk memicu hujan, yang sebelumnya juga telah berhasil menurunkan intensitas kekeringan di wilayah Kalimantan Tengah.

Penerbangan Kembali Normal

Redanya kabut asap memberikan dampak langsung terhadap kelancaran aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Setelah sempat terganggu selama dua bulan terakhir, jadwal penerbangan kini mulai stabil.

“Hari ini penerbangan aman dan sesuai jadwal,” ujar Ahmad Zulfian Noor, Branch Communication & CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Sabtu (26/9).

Zulfian mengakui bahwa selama dua bulan terakhir, gangguan jadwal penerbangan sering terjadi, terutama pada pagi hari akibat pekatnya kabut asap. Kondisi tersebut dipicu oleh kebakaran lahan gambut yang terus terjadi di area ring satu atau kawasan sekitar bandara.

Dampak Karhutla dan Kebijakan Pendidikan

Meski kualitas udara membaik, data Pusdalops BPBD Kalsel menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terpantau di beberapa titik, termasuk kawasan gambut dekat bandara. Suhu udara di siang hari pun masih tergolong ekstrem, mencapai 36 derajat Celsius.

Sebelum hujan turun, kualitas udara di Kalsel sempat menyentuh level Tidak Sehat hingga Berbahaya. Kondisi ini memaksa sejumlah daerah, seperti Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah, untuk menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Abdul Rahim, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil demi melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik. “Kami telah mengeluarkan edaran agar kabupaten/kota menyesuaikan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing demi keselamatan warga sekolah,” pungkasnya.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *