
GAYA hidup masyarakat urban yang semakin dinamis turut mendorong perubahan dalam tren perawatan kulit. Bukan hanya mengejar tampilan wajah lebih muda, masyarakat kini mulai mempertimbangkan perawatan estetika yang dapat memberikan hasil perawatan kulit tanpa membutuhkan waktu pemulihan panjang.
Kondisi tersebut ikut mendorong berkembangnya inovasi skin booster di klinik estetika Jakarta. Salah satunya melalui kehadiran PolyPhil, perawatan berbasis DNA ikan Trout yang diperkenalkan Youthology Clinic sebagai generasi terbaru dari perawatan DNA Salmon.
PolyPhil menggunakan ekstrak DNA ikan Trout yang diklaim memiliki biokompatibilitas tinggi dengan manusia. Perawatan tersebut ditujukan untuk membantu proses regenerasi kulit dan mendukung produksi kolagen, sehingga kulit diharapkan tampak lebih elastis, lembap, dan bercahaya.
Direktur Utama Youthology Clinic dr Edo Raharja mengatakan perkembangan perawatan estetika kini tidak hanya berkaitan dengan perubahan tampilan, tetapi juga kebutuhan masyarakat terhadap prosedur yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
“PolyPhil bukan sekadar tren skin booster, melainkan solusi perawatan anti-aging tingkat lanjut,” ujar Edo di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, ekstrak DNA ikan Trout dalam perawatan tersebut bekerja dengan memberikan hidrasi pada kulit sekaligus mendukung tampilan kulit yang lebih glowing. Perawatan dengan waktu pemulihan relatif singkat menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi.
Tren tersebut memperlihatkan kebutuhan terhadap perawatan kulit semakin beragam. Masyarakat tidak hanya mencari prosedur yang menawarkan manfaat estetika, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan, waktu pemulihan, serta kesesuaian dengan kondisi kulit masing-masing.
Karena itu, pendekatan personal menjadi bagian penting dalam layanan estetika. Youthology Clinic menyebut setiap pasien akan melalui proses analisis kondisi kulit sebelum mendapatkan tindakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan penanganan dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Pendekatan personal juga jadi penting karena kondisi kulit seseorang dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia, paparan lingkungan, pola aktivitas hingga kebiasaan perawatan sehari-hari.
Bagi masyarakat dengan gaya hidup perawatan minim downtime padat, menjadi salah satu pilihan yang semakin diperhatikan. Perawatan semacam ini memungkinkan pasien tetap menjalankan aktivitas dengan gangguan pemulihan yang relatif terbatas, meski hasil dan respons terhadap tindakan estetika dapat berbeda pada setiap individu.
PolyPhil kini tersedia di Youthology Clinic, Jakarta Selatan, dengan biaya perawatan mulai dari Rp3,5 juta. Sebelum menjalani prosedur, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kulit, manfaat, risiko, serta kesesuaian tindakan dengan kebutuhan masing-masing. Informasi mengenai layanan dan konsultasi dapat diperoleh melalui situs resmi Youthology Clinic serta kanal media sosial resminya. (H-2)
