
Kanker pada anak dapat terjadi karena berbagai faktor. Namun, dalam sebagian kecil kasus, kanker berkaitan dengan perubahan genetik yang diwariskan dalam keluarga. Kondisi ini dikenal sebagai kanker herediter atau hereditary cancer, ketika seseorang memiliki perubahan pada materi genetik yang meningkatkan risiko mengalami jenis kanker tertentu.
Dilansir dari Children’s Hospital Colorado, sekitar 5 hingga 10 persen seluruh kasus kanker memiliki penyebab yang diwariskan. Meski demikian, memiliki perubahan genetik yang meningkatkan risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker.
Bagaimana Kanker Herediter Terjadi?
Tubuh manusia memiliki DNA yang menjadi cetak biru untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh. DNA tersebut tersusun dalam gen yang mengatur berbagai proses, termasuk pertumbuhan dan pembelahan sel.
Dikutip dari Children’s Hospital Colorado, setiap gen umumnya hadir dalam sepasang salinan, dengan satu salinan diwariskan dari masing-masing orang tua. Perubahan atau mutasi tertentu dapat mengganggu fungsi gen yang mengontrol pertumbuhan sel sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker.
Namun, tidak semua kanker yang muncul dalam sebuah keluarga otomatis disebabkan oleh faktor keturunan. Faktor lingkungan, kebiasaan hidup, maupun kebetulan juga dapat menyebabkan beberapa anggota keluarga mengalami kanker.
Kenali Tanda Risiko dalam Keluarga
Menurut Children’s Hospital Colorado, kemungkinan adanya risiko kanker herediter perlu diperhatikan ketika terdapat pola tertentu dalam riwayat keluarga, seperti:
- Beberapa anggota keluarga mengalami kanker atau tumor.
- Kanker muncul pada beberapa generasi dalam satu keluarga.
- Seseorang mengalami lebih dari satu jenis kanker atau tumor.
- Kanker muncul bersama dua atau lebih kelainan bawaan, gangguan pertumbuhan, atau masalah medis utama lainnya.
- Terdapat jenis kanker tertentu yang tergolong jarang, terutama ketika muncul pada usia yang tidak biasa.
Pola tersebut tidak langsung membuktikan bahwa kanker disebabkan mutasi genetik. Namun, riwayat tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan konsultasi genetika.
Bisa Dideteksi Lewat Tes Genetik
Jika dokter atau konselor genetik menilai terdapat kemungkinan kanker herediter, pemeriksaan genetik dapat dipertimbangkan. Children’s Hospital Colorado menyebut pemeriksaan biasanya menggunakan sampel darah atau jaringan tumor yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk mencari perubahan pada gen tertentu.
Jika ditemukan mutasi pada salah satu anggota keluarga, kerabat lain dapat menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka mewarisi perubahan genetik yang sama.
Deteksi Dini Bantu Menentukan Langkah
Mengetahui adanya risiko genetik bukan berarti seseorang pasti menderita kanker. Sebaliknya, informasi tersebut dapat membantu keluarga dan dokter menentukan strategi pemantauan yang lebih sesuai.
Dikutip dari Children’s Hospital Colorado, pilihan yang dapat dipertimbangkan setelah ditemukan mutasi antara lain pemantauan kanker yang lebih intensif, pemeriksaan pada usia lebih dini, obat tertentu untuk menurunkan risiko, atau tindakan pencegahan tertentu sesuai kondisi.
Karena itu, riwayat kanker dalam keluarga sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul pada beberapa anggota keluarga atau lintas generasi. Konsultasi dengan dokter dan konselor genetik dapat membantu menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Sumber: Children’s Hospital Colorado
