Walhi Ungkap Dampak Pascagempa Flores, dari Krisis Air hingga Persoalan Sosial
Umat Katolik melaksanakan misa di halaman Gereja Yesus Kerahiman Ilahi untuk antisipasi dampak gempa bumi susulan di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (30/8/2026).(ANTARA/JOHANES VIANDINANDO)

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Dampak bencana dinilai tidak hanya berupa kerusakan bangunan dan infrastruktur, tetapi juga kesulitan masyarakat dalam mengakses kebutuhan dasar.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi NTT, Yuvensius Stefanus Nonga mengatakan bahwa kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan Walhi NTT selama melakukan respons tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Menurut Yuvensius, Walhi NTT telah menjangkau sekitar 450 titik dalam pelaksanaan respons tanggap darurat. Dari pemantauan tersebut, masih ditemukan sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh akses terhadap air dan pangan.

“Per hari ini, banyak kemudian akses-akses ke sumber-sumber pangan, akses-akses ke sumber air, itu juga menjadi kesulitan masyarakat di Flores itu sendiri,” kata Yuvensius dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/9).

Selain persoalan kebutuhan dasar, Yuvensius menyebut masih terdapat posko-posko mandiri yang membutuhkan bantuan dan respons lebih lanjut. Ia mengatakan sebagian permintaan bantuan datang dari wilayah yang dinilai belum terjangkau secara optimal dalam penanganan pascabencana.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa penanganan pascagempa perlu memperhatikan tidak hanya pemulihan infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

Di sisi lain, Walhi NTT juga menerima laporan mengenai munculnya persoalan sosial setelah gempa, salah satunya pencurian di sejumlah lokasi.

Yuvensius menilai munculnya persoalan sosial tersebut menjadi bagian dari dampak lanjutan yang perlu diantisipasi dalam fase pascabencana. Pemerintah dinilai perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus memperkuat respons terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Pascagempa yang kemudian harus diminimalisir oleh pemerintah sehingga tidak berdampak lebih parah, itu yang saat ini terjadi di sana,” ujarnya.

Ia menekankan, penanganan pascagempa di Flores perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai dampak yang muncul setelah bencana, termasuk akses terhadap air, pangan, bantuan kemanusiaan, serta persoalan sosial di tengah masyarakat. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *