Pelari Perempuan Masih Minim Sorotan, Pengembangan Talenta Muda Jadi Perhatian
Olahraga lari(MI/Naura Putri Aflia)

OLAHRAGA lari dan berbagai ajang race kini kian berkembang dan semakin dilirik oleh masyarakat. Namun di kegiatan olahraga lari yang masih didominasi oleh pria, Abiyoga Prakoso selaku Marketing Lead of Performance Running and Apparel ASICS Indonesia mengingatkan betapa pentingnya membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pelari perempuan.

Abigoya menjelaskan bahwa performa pelari yang aktif disorot lebih didominasi oleh laki-laki. Dibandingkan pelari perempuan yang masih sedikit dalam aspek visibility atau sorotan untuk membantu menaikkan ajang pelarian bagi para perempuan. 

Kesempatan dan pengalaman pelari perempuan masih ternilai kurang menurut Abiyoga, sehingga ASICS membangun campaign “Move Her Mind” dan menyelenggarakan ASICS Female Youth Talent sebagai wadah atlet perempuan untuk berkembang.

“kita lihat dari bibit mudanya. Kita latih, kita kasih program, kita kasih pembelajaran, semuanya kita support untuk bisa perform,” ujar Abiyoga di Press Conference ASICS pada Jumat (25/9). “Kita mikirnya juga bukan cuman jangka pendek tapi juga jangka panjang.”

Dalam program Female Youth Talent, Abiyoga menjelaskan bahwa hal tersebut berupa coaching program bagi para atlet perempuan muda. “Jadi kita punya coach, senior athletes, youth athletes, dan sekarang semua athlete kita ada di satu hotel yang sama,” ujarnya.

Sepanjang masa program Female Youth Talent yang berjalan selama dua hingga tiga bulan, para atlet perempuan mendapatkan pembekalan mengenai produk, nutrisi, teknik, dan hal-hal yang membantu mereka tumbuh dan berkembang sebagai atlet masa depan. Dari laporan Abiyoga, Female Youth Talent program kini memegang 5 hingga 6 nama atlet muda yang sedang dilatih.

“Atlet kita nggak cuman dari Jawa aja, ada yang dari Medan dan pulau lainnya,” tutur Abiyoga.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sehingga penting untuk mengembangkan atlet talenta muda demi masa depannya nanti. 

Bukti nyata dapat terlihat dalam sosok Gendis Aulia Syafitri selaku ASICS Elite Youth Athlete, pelari perempuan muda yang sudah bekerjasama dengan ASICS selama dua tahun. Menurut Abiyoga, hal ini menjadi langkah bersama baik untuk ASICS bersama para coach untuk mendukung jenjang karir Gendis sebagai pelari dapat bertahan lama.

Program ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan wadah dan dukungan yang maksimal bagi para atlet muda, khususnya perempuan. Membangun safe space atau lingkungan yang nyaman bagi para atlet muda untuk berkembang dapat membantu membuka pintu bagi perjalanan mereka kedepannya. (Z-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *