Siswa SD Jayagiri Dilatih Hadapi Gempa Bumi Sesar Lembang
Siswa SDN 1 Jayagiri Lembang dilatih menolong korban bencana.(MI/Depi Gunawan)

SISWA SDN 1 Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendapat edukasi mitigasi bencana. Mereka dibekali pengetahuan dasar menghadapi bencana, khususnya gempa bumi.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah teknik dasar penyelamatan diri, mulai dari melindungi kepala hingga berlindung di bawah meja ketika gempa terjadi saat berada di dalam ruangan.

Guru SDN 1 Jayagiri, Mulyati mengatakan, edukasi mitigasi bencana penting diberikan sejak dini mengingat wilayah Lembang berada di sekitar Sesar Lembang.

“Anak-anak diberitahu bagaimana penanganan awal apabila terjadi bencana, yaitu dengan cara melindungi kepala. Kalau keadaannya di dalam kelas seperti ini, berlindung di bawah kolong meja,” kata Mulyati, Jumat (25/9).

Menurutnya, pemahaman mengenai kebencanaan sebenarnya sudah diperkenalkan kepada siswa melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler baik dalam kegiatan Pramuka, pendidikan lingkungan hidup (PLH) dan lainnya.

“Kalau dalam praktik anak SD itu seperti bercanda karena memang keseharian mereka. Tapi kalau di kelas secara klasikal dengan guru-guru, mereka diajak serius sesuai dengan situasi dan kondisi,” bebernya. 

Kegiatan edukasi kebencanaan yang diselenggarakan komunitas STEPPA, Destana Jayagiri dan KANOPI ini merupakan bagian dari upaya relawan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

Iwan Maulana dari Destana Jayagiri menjelaskan, edukasi tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga masyarakat di tingkat RW, khususnya kalangan pemuda agar mereka paham bahwa wilayah Lembang berada di jalur rawan bencana gempa bumi.

“Bukan cuma sekolah yang jadi sasaran kita, tapi di tiap RW juga kepada pemuda-pemudanya kita memberikan pelatihan. Supaya masyarakat paham harus seperti apa kalau terjadi gempa supaya tidak panik,” kata Iwan.

Ia berharap edukasi tersebut dapat menambah pengetahuan sekaligus mengurangi kepanikan masyarakat ketika bencana terjadi.

“Biasanya kalau sudah gempa, anak-anak teriak-teriak dan tidak tahu harus berbuat apa. Mudah-mudahan dari edukasi ini bisa memberikan nilai positif dan menambah pengetahuan masyarakat,” jelasnya.

Selain SDN 1 Jayagiri, kegiatan edukasi kebencanaan juga ditargetkan diperluas ke sejumlah sekolah lain di wilayah Desa Jayagiri.

“Edukasi penting dilakukan secara berkelanjutan, mengingat sebagian besar wilayah Jayagiri memiliki potensi terdampak gempa, sementara beberapa sekolah juga berada di kawasan yang memiliki kerawanan bencana longsor,” ucap Iwan. (DG/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *