
DIADAPTASI dari novel best seller New York Times karya Ali Hazelwood, yang memiliki jutaan penggemar setia di seluruh dunia, film The Love Hypothesis telah resmi tayang di Prime Video mulai 23 September 2026. Film ini mengikuti kisah Olive (Lili Reinhart), seorang mahasiswa kandidat doktor (Ph.D.) cerdas yang sangat fokus pada masa depan akademisnya di Stanford.
Namun, kehidupan teraturnya berubah drastis saat ia menyadari bahwa sahabatnya, Ahn (Rachel Marsh), menyukai pria yang pernah Olive taksir, Jeremy (Nicholas Duvernay).
Demi membuktikan bahwa dirinya sudah move on, Olive nekat mencium pria pertama yang ia temui di koridor laboratorium: Adam Carlsen (Tom Bateman), seorang profesor muda yang dikenal sangat tegas dan ditakuti semua orang.
Menghadirkan perpaduan romansa, komedi, dan drama dalam satu cerita, berikut adalah tiga alasan utama mengapa The Love Hypothesis wajib masuk dalam daftar tontonan Anda:
1. Salah Satu Film Rom-Com Paling Dinanti Tahun Ini
The Love Hypothesis bukan sekadar adaptasi novel biasa. Buku aslinya merupakan salah satu karya paling populer di komunitas BookTok, dengan basis penggemar fanatik yang menantikan versi layar lebarnya sejak 2021. Antusiasme publik bahkan sudah meledak jauh sebelum film dirilis; video TikTok Lili Reinhart bersama Tom Bateman berhasil meraih 80 juta views meski saat itu belum ada satu pun adegan film yang dibocorkan.
Selain itu, strategi promosi Lili Reinhart menarik perhatian besar karena ia tampil mengenakan busana yang terinspirasi dari film-film rom-com ikonis era 90-an hingga 2000-an. Berikut adalah detail referensi busana yang digunakan selama promosi:
| Film Referensi | Inspirasi Busana | Pemeran Asli |
|---|---|---|
| How to Lose a Guy in 10 Days | Gaun Kuning | Kate Hudson |
| 13 Going on 30 | Jaket Polka Dot | Jennifer Garner |
| Miss Congeniality | Gaun Ungu | Sandra Bullock |
| Atonement | Gaun Hijau | Keira Knightley |
| Ever After | Gaun Fantasi | Drew Barrymore |
| Uptown Girls | Gaun Motif Bunga | Brittany Murphy |
2. Trope ‘Fake Dating’ yang Segar di Dunia Akademisi
Film ini mengangkat fake dating, salah satu kiasan (trope) romansa paling digemari. Namun, latar belakang dunia sains memberikan nuansa baru. Olive terjebak dalam kesepakatan hubungan palsu dengan Adam demi meyakinkan sahabatnya. Relasi antara mahasiswa Ph.D. dan profesor yang seharusnya berjarak ini menciptakan ketegangan unik, lengkap dengan aturan profesionalisme yang mereka sepakati. Seiring berjalannya waktu, Olive harus menguji hipotesis terbesarnya: apakah perasaan yang mulai tumbuh itu nyata atau sekadar bagian dari eksperimen sosial mereka?
3. Chemistry Memikat Lili Reinhart dan Tom Bateman
Daya tarik utama film ini terletak pada transisi emosi antara Olive dan Adam. Awalnya, hubungan mereka terasa sangat kaku dan canggung. Namun, melalui rutinitas kencan palsu di kafe dan kemesraan di depan publik, Adam yang awalnya dingin mulai menunjukkan sisi rapuhnya. Chemistry antara Lili Reinhart dan Tom Bateman berhasil menghidupkan karakter Olive dan Adam dengan sangat meyakinkan, membuat penonton gemas sekaligus penasaran dengan akhir kisah mereka.
Kesimpulan: Dengan representasi perempuan muda di dunia sains (STEM) dan chemistry yang kuat, The Love Hypothesis menjadi tontonan wajib bagi pencinta genre rom-com. Film ini sudah dapat Anda saksikan secara eksklusif di Prime Video.
(Z-1)
