FAST Capai Tonggak Baru, Temukan Lebih dari 1.300 Pulsar di Alam Semesta
Ilustrasi(magnifik)

TELESKOP Radio Sferikal Apertur Lima Ratus Meter atau Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) milik China mencatat pencapaian besar setelah hampir satu dekade beroperasi. Menjelang peringatan 10 tahun pada 25 September 2026, teleskop yang dikenal dengan julukan “China Sky Eye” tersebut telah mengidentifikasi lebih dari 1.300 pulsar.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi akademik yang dibuka pada 23 September 2026. Berdasarkan laporan Chinese Academy of Sciences (CAS), jumlah pulsar yang ditemukan FAST selama satu dekade bahkan melampaui total pulsar yang ditemukan oleh teleskop internasional lainnya dalam periode yang sama.

Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan FAST dalam melakukan pengamatan radio terhadap objek-objek langit yang sulit dideteksi. FAST merupakan teleskop radio parabola tunggal terbesar di dunia dengan diameter sekitar 500 meter. Instrumen ini dirancang untuk berbagai penelitian astronomi, termasuk pengamatan pulsar, survei hidrogen netral, pengamatan molekul antarbintang, hingga penelitian semburan radio cepat atau fast radio bursts (FRB).

Pulsar sendiri merupakan jenis bintang neutron yang berputar sangat cepat dan menghasilkan pancaran radiasi elektromagnetik. Dari Bumi, pancaran tersebut dapat terdeteksi sebagai sinyal yang berulang secara teratur ketika berkas radiasinya mengarah ke teleskop.

Kemampuan FAST dalam menemukan pulsar juga telah terlihat sebelum pencapaian terbaru ini. Sebuah ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Research in Astronomy and Astrophysics pada 2025 menyebut FAST telah menemukan sekitar 1.000 pulsar dari berbagai proyek hingga saat itu. Salah satu proyek pentingnya adalah FAST Galactic Plane Snapshot Survey (GPPS), yang pada waktu tersebut telah menghasilkan ratusan penemuan pulsar.

Selain jumlah penemuan, FAST juga menghasilkan berbagai kontribusi dalam penelitian astronomi. Berdasarkan data dari CAS, hasil pengamatan teleskop tersebut telah berkontribusi pada penelitian mengenai pulsar, galaksi hidrogen netral, FRB, serta gelombang gravitasi. Para peneliti juga telah menerbitkan 13 makalah di jurnal ilmiah Science dan Nature berdasarkan data pengamatan FAST.

Dari sisi teknologi, FAST terus mengalami pengembangan untuk mempertahankan kemampuan pengamatannya. Sistem pengukuran dan kendali, kabel baja yang diproduksi di dalam negeri, serta penerima sinyal berperforma tinggi menjadi sejumlah inovasi yang mendukung pengoperasian teleskop secara stabil dan efisien.

FAST mulai dibangun sebagai salah satu proyek infrastruktur ilmiah besar China dan selesai pada 2016. Pada 25 September 2016, teleskop tersebut secara resmi dinyatakan selesai. Selama 10 tahun berikutnya, kemampuan pengamatannya terus digunakan untuk memperluas penelitian mengenai berbagai fenomena di alam semesta.

Pencapaian lebih dari 1.300 pulsar menunjukkan bahwa FAST tidak hanya berfungsi sebagai teleskop berukuran besar, tetapi juga menjadi salah satu fasilitas penting dalam penelitian astronomi radio.

Dengan sensitivitas dan kemampuan survei yang tinggi, teleskop ini memungkinkan para ilmuwan mempelajari objek-objek langit yang menghasilkan sinyal radio serta mencari petunjuk mengenai proses fisika yang berlangsung di alam semesta.

Tim FAST juga berencana melanjutkan pengembangan fasilitas tersebut melalui proyek tahap berikutnya. Pengembangan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan observasi dan membantu menghasilkan lebih banyak temuan ilmiah mengenai alam semesta.

Sumber: Chinese Academy of Sciences (CAS)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *