
DIREKTUR Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, mengatakan bahwa teori Out of Nusantara yang diungkapkan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sangat masuk akal dan mampu mematahkan teori Out of Africa.
Teori Out of Africa sendiri merupakan hipotesis ilmiah yang menyatakan bahwa seluruh manusia modern (Homo sapiens) berasal dari satu tempat di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
“Pak Menteri itu punya teori baru bahwa kita (Indonesia) itu istimewa. Kita buktikan dengan keberadaan Sangiran (situs fosil manusia purba di Surakarta),” ungkapnya saat menerima audiensi Media Indonesia di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (24/9).
Adapun teori Out of Nusantara menyatakan bahwa seluruh manusia modern (Homo sapiens) berasal dari Indonesia. Banyak bukti prasejarah yang menunjukkan peradaban manusia modern justru lebih tua atau lebih dulu berada di wilayah Indonesia. Salah satunya, berbagai lukisan berumur puluhan ribu tahun yang berada di era Homo Sapiens pada sejumlah gua di Indonesia.
Selain itu, 60% temuan purba berkaitan homo sapiens berada di wilayah Indonesia. Sebuah bukti bahwa pusat peradaban mereka berada di Indonesia baru kemudian menyebar ke wilayah Asia dan dunia.
“Ini saya kira perlu disiarkan secara masif karena mungkin itu bisa jadi kebenaran. Kemudian bukti lain misalnya di Muna (Sulawesi Tenggara) ada lukisan gua tertua di dunia. 67,8 ribu tahun. Di Prancis itu hanya 20 ribu tahun dan di India 4 ribu tahun. Ini cuma Pak Menteri aja yang ngomong terus gitu. Tapi media dan masyarakat itu belum dan seolah-olah belum bangga,” kata Restu.
Untuk itu, menurutnya kolaborasi dengan Media Indonesia merupakan hal yang tepat dilakukan untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat luas. (Des/P-3)
