2 Tewas Saat Rudal Rusia Hantam Kyiv
Kota Kyiv diguncang puluhan ledakan akibat serangan rudal balistik Rusia yang menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai enam warga.(Ukraine’s DSNS emergency service)

IBU kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangkaian ledakan dahsyat setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya rudal balistik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas akibat serangan Rusia tersebut.

Rentetan serangan ini menjadi bagian dari peningkatan intensitas gempuran jarak jauh antara kedua negara. Eskalasi ini terjadi bersamaan dengan sinyal dari Kyiv maupun Moskow di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengindikasikan serangan akan terus ditingkatkan, sekaligus memudarkan prospek diplomasi.

Lebih dari 20 ledakan terdengar setelah Angkatan Udara Ukraina memperingatkan rudal balistik Rusia sedang menuju ke arah kota.

“Ledakan di Kyiv. Ibu kota berada di bawah serangan rudal balistik. Tetaplah berada di tempat perlindungan!” tulis Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko dalam pesan di Telegram. Klitschko menyampaikan pada dini hari bahwa enam orang dilaporkan luka-luka.

Gempuran tersebut terjadi saat Zelensky berada di AS untuk bertemu dengan anggota Kongres guna meminta sanksi yang lebih tegas terhadap Moskow.

“Sekali lagi, sasaran utama serangan (Rusia) adalah Kyiv dan infrastruktur sipil, bangunan kediaman, rumah sakit bersalin, fasilitas energi, dan logistik. Dua orang dipastikan tewas,” tulis Zelensky di Telegram.

Tak hanya di ibu kota, pejabat di pelabuhan Odesa juga melaporkan kerusakan pada fasilitas medis, lembaga pendidikan, serta bangunan pemukiman akibat serangan Rusia.

Gelombang gempuran terbaru ini terjadi sehari setelah serangkaian serangan Rusia menewaskan sedikitnya tujuh orang di Ukraina dan memicu kebakaran di Kyiv. Ibu kota yang dihuni sekitar tiga juta jiwa tersebut menjadi target serangan drone yang sangat intensif selama beberapa hari terakhir.

Sesaat sebelum ledakan terdengar, Angkatan Udara Ukraina mengeluarkan peringatan bahwa rudal balistik Rusia mengarah ke Kyiv, area sekitarnya, serta wilayah Chernigiv di utara ibu kota.

“Setiap serangan seperti ini terjadi karena tekanan terhadap agresor masih belum maksimal, dan Rusia percaya mereka dapat melanjutkan teror balistiknya,” tulis Zelensky seraya mendesak AS untuk memasok pencegat rudal dan memperketat sanksi.

Di forum internasional, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan saat berbicara di Dewan Keamanan PBB bahwa negaranya “tidak akan berhenti” dalam perang melawan tetangganya tersebut.

Sementara itu, Zelensky menyampaikan dalam Majelis Umum PBB di New York bahwa pasukannya akan membalas dengan mengincar fasilitas pemanas dan energi Rusia pada musim dingin ini.

“Putin selalu mencari seseorang yang bisa membantunya membunuh lebih banyak orang untuk setiap kilometer tanah, mengambil lebih banyak wilayah, dan merebut negara lain ketimbang berhenti dan mengurus negaranya sendiri,” ujar Zelensky.

“Rakyat Ukraina memahami bahwa musim dingin ini bisa jadi sangat berat bagi kami, tetapi sebagai respons, kami tidak punya pilihan selain membuatnya menyakitkan juga bagi Rusia,” tambahnya.

Berdasarkan analisis data monitor konflik bersenjata ACLED, jumlah serangan Rusia ke wilayah Kyiv pada 18 hari pertama bulan September tercatat lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya sejak awal invasi, kecuali pada Maret 2022. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *