Putra Duta Besar Israel untuk AS Kritis Akibat Serangan Penabrakan Mobil di Tepi Barat
Neria Leiter, putra Dubes Israel Yechiel Leiter, kritis usai diserang di Tepi Barat. Militer Israel menembak mati pelaku dan memblokir desa setempat.(Sputnik)

PUTRA dari Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah menjadi korban serangan penabrakan mobil pada Rabu di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kepolisian Israel menyatakan insiden tersebut terjadi ketika seorang pria Palestina mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ke arah seorang polisi perempuan dan seorang prajurit militer yang sedang melakukan pemeriksaan kendaraan. Peristiwa itu berlangsung di persimpangan dekat permukiman Israel, Beit Horon, di sebelah barat Ramallah.

“Aplikasi dari tindakan tersebut menyebabkan prajurit itu terluka dan saat ini sedang menerima penanganan medis. Pelaku tewas ditembak oleh pasukan di lokasi,” ungkap pihak kepolisian Israel.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi telah mengevakuasi korban dalam kondisi berat ke rumah sakit. Media lokal Israel, yang mengutip keterangan pihak rumah sakit tempat korban dirawat, melaporkan bahwa “nyawanya dalam bahaya” usai menjalani operasi otak yang rumit.

Melalui unggahan di platform X, Dubes Yechiel Leiter mengonfirmasi prajurit yang terluka parah tersebut adalah putranya, Neria Leiter. “Neria membutuhkan keajaiban,” tulis Leiter.

Ia menambahkan bahwa putranya tetap melanjutkan tugas sebagai tentara cadangan meski telah kehilangan kakak kandungnya, Moshe Yedidya Leiter, yang gugur dalam pertempuran di Gaza pada November 2023.

Sejumlah politisi Israel menyampaikan dukungan moral atas insiden ini. Prime Minister Benjamin Netanyahu turut mendoakan kesembuhan bagi korban.

“Istri saya Sara dan saya, bersama seluruh rakyat Israel, mendoakan terjadinya keajaiban,” ujar Netanyahu dalam peryataan di akun X miliknya.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan Netanyahu telah menjenguk Neria Leiter di rumah sakit sebelum bertolak ke Amerika Serikat. Penyiar publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Duta Besar Yechiel Leiter yang semula dijadwalkan menghadiri pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis, akhirnya memilih terbang kembali ke Israel untuk mendampingi putranya.

Penutupan Desa dan Escalasi Kekerasan

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pelaku yang tewas sebagai Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman, berusia 29 tahun. Pihak kementerian menyatakan Suleiman “tewas ditembak pasukan Israel di dekat desa Beit Ur al-Tahta, sebelah barat Ramallah,” dan menambahkan jenazahnya masih ditahan oleh otoritas Israel.

Kepala Desa Beit Ur al-Tahta, Hazem Suleiman, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan pelaku, mengatakan kepada awak media bahwa pasukan Israel langsung menggeledah rumah keluarga pelaku pasca-kejadian.

“Kawasan ini ditutup total, dengan seluruh akses masuk diblokir. Tidak ada aktivitas sosial maupun komersial, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan normal,” kata Hazem, seraya menambahkan militer juga menyisir rumah-rumah warga lainnya.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967, dan gelombang kekerasan di kawasan tersebut terus meningkat tajam sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Palestina yang dihimpun AFP, pasukan militer maupun pemukim Israel telah menewaskan sedikitnya 1.110 warga Palestina di wilayah Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza. Sementara itu, data resmi Israel mencatat setidaknya 49 warga Israel, termasuk warga sipil dan personel keamanan, tewas dalam serangan warga Palestina atau selama operasi militer Israel pada periode yang sama. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *