Integrasi Pascaakuisisi Dorong Efisiensi dan Kinerja Bisnis
BABY meraih penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 melalui inovasi ‘MTI and EGI Strategic Business Model Integration–Internal Process Innovation’.(Dok. PT Multitrend Indo)

INTEGRASI setelah proses akuisisi tidak hanya berkaitan dengan penyatuan struktur dan fungsi antarentitas. Bagi perusahaan, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan sistem operasional, meningkatkan efisiensi, serta memastikan sinergi yang terbentuk dapat memberikan dampak terhadap kinerja bisnis.

Hal tersebut tecermin dalam proses integrasi PT Multitrend Indo Tbk (BABY) dengan PT Emway Globalindo (EGI). Hingga kuartal II 2026, proses integrasi kedua entitas telah mencapai 56% penyelesaian, diikuti perbaikan sejumlah indikator operasional, modal kerja, hingga profitabilitas.

Dalam proses tersebut, BABY menggunakan kerangka MTI × EGI Integration Beat Plan yang mencakup 108 milestone dalam lima area, yakni People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce. Seluruh aktivitas dipantau melalui satu dashboard terpusat untuk melihat pekerjaan yang telah selesai, sedang berjalan, maupun belum dimulai.

Kerangka tersebut juga menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial sehingga perkembangan integrasi tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kinerja bisnis.

Hingga akhir kuartal II 2026, sebanyak 61 aktivitas telah selesai, 20 masih berjalan, dan 27 belum dimulai. Perseroan menyatakan tidak terdapat aktivitas yang masuk kategori berisiko atau terhambat.

Dari sisi operasional, Overall Service Level Agreement (SLA) meningkat dari 91,65% pada kuartal I menjadi 94,80% pada kuartal II 2026. Perbaikan juga terlihat pada Finance SLA yang naik dari 68,83% menjadi 78,89%. Sementara itu, Distribution SLA mencapai 98,03%, dan Warehouse SLA sebesar 98,24%.

Efisiensi juga tecermin dari pengelolaan modal kerja. Cash Conversion Cycle (CCC) turun 29 hari, dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga membaik dari 226 hari menjadi 214 hari. Pada akhir Juni 2026, posisi kas bersih tercatat sebesar Rp32,68 miliar.

Dari sisi kinerja bisnis, penjualan bersih bisnis distribusi MTI dan EGI pada kuartal II 2026 mencapai Rp241,8 miliar, tumbuh 28% secara tahunan. Cash Margin tercatat Rp85,3 miliar, naik 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara konsolidasian, penjualan bersih perseroan pada kuartal II 2026 mencapai Rp458,97 miliar, tumbuh 17% secara tahunan dan 8% di atas anggaran. Operating Profit tercatat Rp12,18 miliar atau meningkat 270,9% secara tahunan, sementara Operating EBITDA mencapai Rp18,07 miliar.

CEO PT Multitrend Indo Tbk Niraj Jain mengatakan proses integrasi diarahkan tidak hanya untuk menyatukan dua entitas, tetapi juga membangun cara kerja yang lebih terstruktur.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya tim dalam membangun cara kerja yang lebih terstruktur selama proses integrasi MTI dan EGI. Bagi kami, integrasi bukan hanya mengenai menyatukan dua entitas, tetapi juga memastikan setiap fungsi dapat bekerja secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap bisnis,” ujar Niraj.

Menurut dia, keterkaitan antara aktivitas integrasi dan indikator operasional serta finansial membantu perusahaan melihat kontribusi proses tersebut terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, kami dapat melihat tidak hanya apakah sebuah pekerjaan telah selesai, tetapi juga bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan,” lanjut Niraj.

Pengakuan atas proses integrasi

Perkembangan tersebut turut mengantarkan BABY meraih penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 melalui inovasi ‘MTI and EGI Strategic Business Model Integration–Internal Process Innovation’.

Penghargaan tersebut diberikan atas penerapan integrasi proses kerja MTI dan EGI pascaakuisisi melalui sistem operasional terintegrasi. Sistem tersebut memungkinkan tim dan fungsi terkait melakukan koordinasi, memantau perkembangan pekerjaan bersama, serta mengidentifikasi potensi kendala sejak dini.

Kerangka Integration Beat Plan yang digunakan dalam proses integrasi juga disiapkan agar dapat diterapkan kembali pada proses integrasi bisnis atau entitas lain, termasuk ekspansi kategori, pengembangan kanal penjualan, integrasi sistem lintas entitas, maupun transformasi strategis.

Proses integrasi tersebut berlangsung di tengah kegiatan usaha BABY yang mencakup bisnis ritel dan distribusi di Indonesia. Selama ini, PT Multitrend Indo Tbk menjalankan kegiatan usaha bersama entitas anak PT Kanmo Multi Gemilang dan PT Emway Globalindo. 

Ketiga entitas tersebut memiliki portofolio bisnis dan merek yang mencakup Mothercare, Wilio, adidas Kids, Spin Master, Hot Wheels, Puma Kids, dan NeilMed.

Ke depan, proses integrasi dan sinergi antarbisnis menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat operasional, efisiensi, serta pengelolaan modal kerja untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *