Awas Jangan Diabaikan! Ini 9 Pemeriksaan Kesehatan Wajib yang Perlu Dilakukan Pria
ilustrasi(Magnific)

MENTALITAS “tahan sakit” atau keengganan untuk pergi ke dokter kerap membuat pria mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin. Padahal, berbagai penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan kanker sering kali berkembang secara senyap tanpa menunjukkan gejala berarti pada tahap awal.

Berdasarkan panduan para ahli medis, deteksi dini melalui skrining rutin menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi fatal di masa depan. Berikut adalah 9 daftar pemeriksaan kesehatan penting yang wajib diperhatikan oleh para pria sesuai tahapan usianya:

1. Skrining Tekanan Darah

Wajib dilakukan secara berkala untuk mendeteksi hipertensi yang kerap menjadi pemicu utama penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga disfungsi ereksi akibat terganggunya aliran darah.

2. Panel Kolesterol (Profil Lipid)

Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida guna memantau risiko penyumbatan pembuluh darah jantung sejak usia 20 tahun ke atas.

3. Tes Gula Darah

Mengingat pria memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap diabetes—yang juga berkaitan erat dengan masalah kesehatan seksual—tes glukosa puasa sangat dianjurkan mulai usia 35 tahun.

4. Skrining Kanker Prostat

Melalui tes darah PSA (Prostate-Specific Antigen), pria disarankan mulai berdiskusi dengan dokter mengenai risiko dan manfaat deteksi dini kanker prostat sejak usia 45 tahun (atau 40 tahun bagi kelompok berisiko tinggi).

5. Tes Kanker Kolorektal

Kanker usus besar kini kian marak pada usia di bawah 50 tahun. Pemeriksaan rutin seperti kolonoskopi atau tes feses sangat disarankan mulai rentang usia 45 hingga 75 tahun.

6. Skrining Kanker Paru-Paru

Khusus diperuntukkan bagi perokok berat atau individu dengan risiko tinggi paparan zat berbahaya melalui pemindaian CT scan dada dosis rendah secara tahunan.

7. Skrining Kanker Kulit

Pemeriksaan visual rutin pada tahi lalat dan kondisi kulit untuk mendeteksi potensi melanoma secara dini, mengingat pria memiliki risiko kematian akibat kanker kulit yang lebih tinggi.

8. Tes Penyakit Menular (IMS, HIV, dan Hepatitis C)

Pemeriksaan laboratorium berkala guna mendeteksi infeksi menular secara dini sekaligus mencegah penularan lebih luas di masyarakat.

9. Penilaian Mental dan Kognitif

Mengingat angka bunuh diri yang lebih tinggi pada pria, evaluasi kesehatan mental tahunan serta tes kognitif bagi lansia sangat krusial untuk mendeteksi depresi, kecemasan, atau penurunan fungsi otak.

(Everyday Health/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *