
OTAK manusia masih menyimpan banyak misteri di tingkat seluler. Salah satunya berkaitan dengan akson, bagian neuron yang berfungsi membawa sinyal listrik dari satu sel saraf ke sel lainnya.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa struktur akson ternyata tidak sesederhana gambaran seperti kabel tipis yang selama ini banyak digunakan untuk menjelaskannya.
Dilansir dari ScienceDaily, peneliti menemukan tonjolan kecil berulang pada akson yang tampak seperti untaian mutiara. Struktur yang disebut non-synaptic varicosities tersebut berbeda dari sinapsis, yakni titik pertemuan tempat neuron berkomunikasi dengan sel lain.
Penemuan ini juga menunjukkan bahwa struktur serupa dapat ditemukan pada jaringan otak manusia.
Akson Ternyata Memiliki Tonjolan Kecil
Akson berperan penting dalam sistem komunikasi otak karena membawa impuls listrik menuju neuron atau sel lain. Selama ini, perubahan bentuk atau pembengkakan pada akson kerap dikaitkan dengan kerusakan neuron.
Namun, penelitian yang dilaporkan ScienceDaily menunjukkan bahwa tidak semua struktur menyerupai pembengkakan merupakan tanda kerusakan.
Tonjolan kecil yang ditemukan pada kondisi neuron normal justru memiliki karakteristik berbeda dan dapat berkaitan dengan cara sinyal listrik bergerak sepanjang akson.
Temuan tersebut membuat peneliti perlu melihat kembali hubungan antara bentuk fisik akson dan fungsi neuron. Struktur mikroskopis yang sebelumnya mungkin dianggap sekadar variasi bentuk ternyata berpotensi memiliki peran biologis.
Mekanisme Pembentukan Akson
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Nature memberikan gambaran berbeda mengenai bagaimana akson terbentuk sejak awal.
Dikutip dari Nature, peneliti menemukan bahwa badan sel neuron atau soma berperan dalam menentukan tonjolan mana yang kemudian berkembang menjadi akson.
Proses tersebut melibatkan sitoskeleton, jaringan protein yang membantu mempertahankan bentuk dan pergerakan sel.
Aktivitas aktin di dalam soma menghasilkan gelombang yang membantu mengarahkan pertumbuhan salah satu tonjolan neuron. Mikrotubulus kemudian mendukung pertumbuhan tonjolan tersebut hingga berkembang menjadi akson.
Mengapa Penemuan Ini Penting?
Berdasarkan informasi yang dikutip dari kedua penelitian tersebut, pemahaman mengenai struktur dan pembentukan akson dapat membantu ilmuwan mempelajari cara jaringan saraf berkembang serta berkomunikasi.
Meski demikian, temuan ini belum secara langsung menjelaskan seluruh mekanisme penyakit neurologis. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui fungsi pasti struktur akson tersebut dan bagaimana perubahan bentuknya berkaitan dengan kondisi otak tertentu.
Sumber: Nature, Science Daily
