251 Kejadian Karhutla di Kabupaten Bandung, 43 Hektare Lahan Terdampak
Ilustrasi(Dok Diskominfo Bandung)

Musim kemarau 2026 membawa peningkatan risiko kebakaran yang signifikan di wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan paparan data penanganan kebakaran tahun 2026, tercatat sebanyak 577 kejadian kebakaran dengan total luas area terdampak mencapai 47,61 hektare.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, merinci bahwa dari total 577 kejadian tersebut, sebanyak 561 kejadian merupakan penanganan di dalam wilayah Kabupaten Bandung, sementara 16 kejadian lainnya merupakan aksi perbantuan di luar wilayah. Adapun luasan lahan yang terdampak di Kabupaten Bandung mencapai 46,54 hektare.

“Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian terbesar dari catatan tersebut. Disdamkar mencatat 251 kejadian karhutla dengan luas area terdampak 43,13 hektare,” ungkap Dadang Supriatna, Selasa (22/9).

Dari total karhutla tersebut, 246 kejadian terjadi di wilayah Kabupaten Bandung dengan luasan 42,17 hektare, sedangkan lima kejadian lainnya merupakan perbantuan luar wilayah seluas 0,96 hektare. Selain lahan dan semak belukar yang mendominasi objek terbakar, api juga menyasar rumah tinggal dan sejumlah objek bangunan lainnya.

Penguatan Sarana dan Prasarana Damkar

Merespons tingginya angka kebakaran, Bupati meminta penguatan kesiapsiagaan dari sisi personel, armada, hingga pos pemadam kebakaran. Ia menyoroti perlunya dukungan sarana yang memadai agar petugas dapat merespons laporan masyarakat dengan cepat.

“Saya dengar laporan, seragam petugas Damkar saja cuma punya satu. Saya minta harus terpenuhi kebutuhannya, termasuk armada juga posko damkar kita tambah,” tegasnya.

Dadang juga memberikan perhatian khusus pada wilayah dengan jangkauan pelayanan yang jauh, seperti Kecamatan Kertasari dan Pacet. Selain itu, ia mendorong pembangunan Pos Damkar di Bojongsoang menggunakan lahan milik Pemkab Bandung yang akan dikaji melalui APBD.

Antisipasi Krisis Air Bersih

Selain ancaman api, Bupati Bandung mengingatkan perangkat daerah untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Saat ini, sumber air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Bandung Selatan dilaporkan telah mengalami penurunan debit hingga 50 persen.

“Pemetaan wilayah rawan diperlukan agar distribusi air menggunakan tangki dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan dan tidak menunggu sampai masyarakat mengalami kekurangan air,” tambahnya.

Data Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) menunjukkan tren peningkatan kasus sejak Juli 2026 dengan 135 kejadian dan Agustus sebanyak 134 kejadian. Memasuki periode 1–6 September 2026, tercatat sudah terjadi 42 kejadian kebakaran yang didominasi oleh lahan kosong, semak belukar, dan tumpukan sampah.

Rangkaian data ini memperlihatkan tingginya aktivitas penanganan pada periode kering, sehingga kesiapsiagaan personel dan pemetaan risiko menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *