
PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius bagi warga Kota Malang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang selama periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 270 kasus demam berdarah telah ditemukan di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa angka tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Ia mencatat tren kasus DBD di Kota Malang secara historis selalu berada di atas angka 300 kasus per tahun.
“Secara rinci pada 2023 kami menemukan 462 kasus, pada 2024 sebanyak 777 kasus, dan 2025 mencapai 715 kasus. Tahun ini, dari Januari sampai September tercatat 270 kasus,” ujar dr. Husnul, Selasa (22/9/2026).
Tren Lonjakan dan Upaya Pencegahan
Menurut dr. Husnul, lonjakan kasus demam berdarah biasanya terjadi pada rentang bulan Maret hingga April. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di luar bulan-bulan puncak tersebut.
Langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dinkes mendorong masyarakat untuk menggencarkan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) serta 3M Plus.
”Kalau perindukan nyamuknya hilang, maka perkembangan nyamuk dari telur sampai dewasa bisa dicegah. Dampaknya, rantai penularan demam berdarah ikut berkurang,” jelas pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Imbauan Penanganan Medis
Selain menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan genangan air, dr. Husnul juga memberikan arahan terkait penanganan bagi warga yang sudah terjangkit. Pasien DBD disarankan untuk mendapatkan istirahat total, mengonsumsi banyak cairan, serta meminum obat pereda demam sesuai anjuran.
Namun, ia memberikan peringatan keras agar masyarakat segera membawa pasien ke rumah sakit jika gejala berlanjut atau memburuk. Penanganan medis yang terlambat pada kasus demam berdarah dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.
- 2023: 462 Kasus
- 2024: 777 Kasus
- 2025: 715 Kasus
- 2026 (Jan-Sept): 270 Kasus
