
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar proses rekonstruksi Jalur Gaza segera dimulai. Ia juga mendesak komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait situasi di wilayah Palestina. Seruan tersebut disampaikan Erdogan saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Selasa (22/9).
Erdogan menilai pembangunan kembali Gaza tidak boleh ditunda dan membutuhkan dukungan serta tekanan internasional yang lebih besar.
“Kita perlu memulai rekonstruksi Gaza tanpa membuang waktu. Dalam hal ini, saya menyerukan kepada Anda untuk memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel,” katanya dilansir Anadolu, Rabu (23/9).
Erdogan mengatakan Turki tetap berkomitmen terhadap kesepakatan yang dicapai di Sharm el-Sheikh setahun sebelumnya. Ankara, menurut dia, akan terus memantau dan mendorong pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Pengakuan Negara Palestina
Dalam pidatonya, Erdogan juga menegaskan bahwa berbagai upaya untuk menghambat terbentuknya negara Palestina pada akhirnya tidak akan berhasil.
“Semua orang sekarang harus memahami dan menerima ini: Upaya untuk mencekik negara Palestina akan berakhir dengan kegagalan,” katanya.
Ia menyampaikan harapan agar negara Palestina yang merdeka dan memiliki wilayah yang utuh dapat diwujudkan berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
“Insya Allah, kita akan menyaksikan hari-hari indah ketika Negara Palestina yang merdeka dan terintegrasi secara teritorial, dalam batas-batas tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, akan terwujud,” kata Erdogan.
Erdogan juga menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui Palestina agar mempertimbangkan kembali sikap mereka. Seruan tersebut disampaikan di tengah kembali menguatnya pembahasan mengenai pengakuan internasional terhadap negara Palestina.
Ketidakhadiran Mahmoud Abbas
Pada awal pidatonya, Erdogan menyinggung ketidakhadiran Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam Sidang Umum PBB untuk tahun kedua secara berturut-turut.
“Presiden Palestina, Bapak Abbas, tidak dapat hadir di aula ini selama dua tahun berturut-turut. Ketidakadilan terhadap saudara-saudari Palestina kita ini melukai hati nurani,” tambahnya.
Menurut Erdogan, Turki akan tetap menyuarakan kepentingan Palestina meskipun Abbas tidak dapat hadir secara langsung dalam persidangan tersebut.
“Meskipun Bapak Abbas tidak dapat hadir secara langsung, seperti yang kita lakukan tahun lalu, kita akan menjadi suara negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” katanya.
Erdogan kemudian kembali meminta negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk meninjau kembali keputusan mereka.
“Hari ini, sekali lagi, saya menyerukan kepada semua negara yang belum mengakui negara Palestina untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka,” lanjutnya. (H-4)
