Presiden Iran Tiba di New York, Pidato di PBB Jadi Perhatian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.(Iranian Presidency / AFP)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.

Kantor Presiden Iran melaporkan pada Selasa (22/9) bahwa Pezeshkian tiba di New York dan disambut sejumlah pejabat diplomatik Iran. Di antara mereka terdapat Duta Besar Iran serta wakil tetap Iran untuk PBB.

Dalam kunjungan tersebut, Pezeshkian akan memimpin delegasi Iran dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Ia juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan dengan para kepala negara serta tokoh politik dan budaya selama berada di New York.

Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9).

Konflik AS-Iran

Kedatangan Pezeshkian berlangsung di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang pecah sejak Februari lalu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan akan mengizinkan delegasi utama Iran menghadiri rangkaian High-Level Week Majelis Umum PBB. Keputusan tersebut merupakan bagian dari kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB.

Sejumlah pejabat senior Iran masuk dalam daftar delegasi yang diizinkan melakukan perjalanan ke New York. Mereka antara lain Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta sejumlah personel diplomatik penting.

Namun, Washington tidak memberikan visa kepada beberapa anggota tambahan delegasi Iran, termasuk sebagian staf media yang mendampingi Pezeshkian.

Delegasi Iran Dipangkas

Kementerian Luar Negeri AS juga menyampaikan bahwa jumlah anggota delegasi Iran yang diperbolehkan memasuki New York tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain pembatasan jumlah anggota delegasi, para pejabat Iran yang datang ke New York juga akan menghadapi sejumlah pembatasan selama berada di wilayah AS.

Pembatasan tersebut mencakup ketentuan perjalanan serta larangan membeli sejumlah barang tertentu, terutama barang-barang mewah.

Kehadiran Pezeshkian di Sidang Majelis Umum PBB menjadi perhatian karena berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran berada dalam kondisi tegang. 

Pidatonya pada Rabu (23/9) diperkirakan menjadi salah satu agenda utama delegasi Iran dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi PBB. (CNN/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *