
SETELAH 12 tahun lalu sukses menghadirkan film box office Film 5 cm, Soraya Intercine Films siap menghadirkan babak baru dari kisah Zafran dan kawan-kawan lewat film 5 cm: Revolusi Hati, yang dijadwalkan tayang pada 2026.
Dalam acara konferensi pers di Jakarta, Produser Sunil Soraya menjawab pertanyaan terkait apakah film ini merupakan kelanjutan dari kisah Zafran dan kawan-kawan. Sunil mengungkap bahwa film ini merupakan prequel dari film pertama mereka dan berfokus pada masa remaja tokoh Zafran.
“Film ini adalah prekuel dari 5 cm yang pertama. Ceritanya fokus pada karakter Zafran saat tahun terakhir di SMP. Kita akan melihat bagaimana persahabatannya sebelum ia bertemu dengan Genta, Riani, Arial, Ian dan Dinda,” ujar Sunil di Jakarta, Selasa (22/9).
Dikarenakan film berfokus pada masa tahun terakhir Zafran dibangku SMP, karenanya film ini akan dibintangi deretan aktor muda berbakat. Dalam kesempatan itu deretan aktor pun diperkenalkan, yang terdiri dari 4 aktor pria dan 2 Wanita.
Aktor pendatang baru Roman King bakal memerankan karakter Zafran, dengan petualangannya akan ditemani oleh Ali Fikry (Asep), Rachel Asselah (Aziza), Bimasena (Ari Wibowo), Olivia Morrison dan Wironggo Vercaemer. Film ini di Sutradarai oleh Emil Heradi.
Dari Puncak Gunung ke Kedalaman Laut
Jika film 5 cm pertama berhasil memotret keindahan Gunung Semeru yang kemudian memicu tren pendakian gunung di Indonesia (khususnya Gunung Semeru), prekuel kali ini akan membawa penonton ke ekosistem yang berbeda. Sunil mengungkapkan bahwa fokus utama film ini adalah keindahan alam pesisir dan bawah laut Indonesia.
“Cerita 5 cm selalu punya unsur Indonesia, alam, dan persahabatan. Kali ini kita mencari ekosistem underwater dan maritim. Kami ingin menunjukkan sisi lain keindahan Indonesia yang mungkin belum terlalu dijelajahi,” ungkap Sunil.
Diungkap Sunil, syuting di laut ternyata memberikan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan di pegunungan. Sunil menjelaskan bahwa secara logistik dan keamanan, medan laut sangat berisiko. Secara budget produksi dia juga menyebut bahwa syuting dengan latar belakang laut jauh lebih mahal.
”Mungkin tantangannya kalau gunung harus naik gunung dan harus punya stamina segala macam. Kalau laut medannya sangat berbahaya karena laut itu luas, apalagi kami juga ada adegan badai dan yang menantang lainnya di tengah laut. dan Kalau bujet mungkin di laut lebih (besar) ya, karena kita butuh banyak boat dan lain-lain untuk capture gambarnya semua,” tukas Sunil.
Film 5 cm: Revolusi Hati dijadwalkan tayang pada akhir tahun 2026, Film ini pun diharapkan tidak hanya menjadi pengobat rindu bagi penggemar novel karya Donny Dhirgantoro, tetapi juga mampu kembali mempromosikan pariwisata Indonesia, seperti yang pernah dilakukan pendahulunya lebih dari satu dekade silam. (H-4)
