
SKENA musik independen di Karawang kembali menunjukkan taringnya. Grup punk PUNKESMAS resmi merilis single terbaru bertajuk Baca Pikir Lihat. Karya ini bukan sekadar luapan distorsi kencang dan tempo cepat khas punk, melainkan sebuah ajakan untuk kembali menggunakan akal sehat di tengah derasnya arus informasi.
Lagu ini dirancang sebagai manifes audio yang menyoroti fenomena kepatuhan buta dan kemalasan berpikir di masyarakat modern. Melalui liriknya, PUNKESMAS menyodorkan “cetak biru” perlawanan yang lebih elegan, yakni dengan memperdalam pemahaman terhadap sejarah, hukum, ekonomi, hingga sains dan logika.
Kolaborasi Energi dan Kesadaran Kritis
Di balik aransemen yang meledak-ledak, terdapat tangan dingin Eris Ristendi. Sang gitaris bertindak sebagai pencipta lagu sekaligus arsitek musik yang berhasil memadukan energi moshpit dengan pesan-pesan kritis. Fondasi ritme yang solid dibangun oleh dentuman bas Anggi dan gempuran drum presisi dari Apas.
Sektor vokal menjadi daya tarik utama dengan kehadiran duet Anzarriva dan Bayu Guntara. Keduanya mengeksekusi lirik dengan gaya artikulatif dan penuh intonasi gertakan, memastikan setiap pesan tersampaikan dengan lugas kepada pendengar.
| Personel/Unsur | Peran/Kontribusi |
|---|---|
| Eris Ristendi | Gitaris, Pencipta Lagu, Arsitek Aransemen |
| Anzarriva & Bayu Guntara | Duet Vokal (Lirik Artikulatif & Lugas) |
| Anggi | Pemain Bas |
| Apas | Drummer (Gempuran Presisi) |
| Mantra Utama | “Baca! sebelum percaya / Pikir! sebelum berkata / Lihat! apa yang nyata” |
Literasi sebagai Senjata Paling Berbahaya
Eris Ristendi mengungkapkan bahwa kegelisahan utama band ini adalah melihat banyaknya orang yang bersuara keras tanpa dasar data yang kuat.
“Kami melihat banyak orang bersuara keras seolah tahu semua hal, padahal cuma ikut arus tanpa tahu asalnya. Lewat lagu ini, kami ingin menegaskan kalau perlawanan paling nyata hari ini adalah dengan berpikir kritis dan membaca data,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Senada dengan Eris, Bayu Guntara menekankan bahwa kesadaran individu adalah ancaman nyata bagi kemapanan yang tidak sehat. Menurutnya, penguasa tidak takut pada materi, melainkan pada masyarakat yang mulai mempertanyakan keadaan dengan logika.
“Satu kepala yang benar-benar sadar punya kekuatan besar untuk mengguncang peta permainan mereka,” tegas Bayu.
Hadirnya Baca Pikir Lihat menjadi bukti bahwa punk masih sangat relevan sebagai medium perlawanan intelektual. Ilmu pengetahuan diposisikan sebagai benteng terkuat agar masyarakat tidak mudah ditundukkan oleh narasi-narasi yang menyesatkan.
Bagi para penikmat musik yang ingin merasakan energi perlawanan dari Karawang ini, single Baca Pikir Lihat milik PUNKESMAS sudah dapat dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital. (Z-1)
