
ADA pertanyaan yang jauh lebih berat daripada sekadar “bisakah kita mulai lagi?”. Pertanyaan itu adalah: “bisakah aku percaya kau tidak akan pergi lagi?”
Grup musik asal Bandar Lampung, SLARAS, meletakkan kegelisahan tersebut tepat di jantung single terbaru mereka bertajuk Jangan Datang Untuk Pergi. Karya ini resmi dirilis pada Jumat, 11 September 2026, di bawah naungan manajemen Sintesa Pro dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital global.
Setelah sukses dengan Sesal (2025), serta Masa Tenggang dan Berlari Tak Kembali (2026), yang sempat menembus playlist editorial Spotify New Music Friday Indonesia, SLARAS kini kembali dengan narasi yang lebih jujur dan rentan. Lagu ini menjadi sebuah permohonan mendalam kepada seseorang yang pernah pergi dan kini kembali, agar kali ini ia memilih untuk benar-benar tinggal.
“Lagu ini lahir dari momen ketika kata-kata yang biasanya kita simpan sendiri akhirnya keluar juga. Bukan tuntutan. Bukan ultimatum. Hanya: menetaplah,” ungkap SLARAS mengenai esensi karya terbaru mereka.
Membedah Lirik: Kejujuran Tanpa Metafora Berlapis
SLARAS memilih pendekatan langsung dalam penulisan lirik kali ini. Verse dibuka dengan pengakuan lugas: “Terulang lagi / singkat penuh arti / kisah yang tak pasti / ku terbawa lagi.” Tanpa metafora yang rumit, pendengar langsung dihadapkan pada pola hubungan yang berulang dan kembalinya seseorang secara tiba-tiba.
Kegetiran semakin terasa pada bait berikutnya: “Kau yang dulu pergi / dengan semua janji / lupa akan luka.” Lirik ini menyoroti fakta pahit tentang seseorang yang kembali tanpa menyadari atau mengingat luka yang pernah ditinggalkannya. Puncaknya ada pada bagian pre-chorus yang menyayat:
“Ku coba bicara, tanya sebuah rasa
dengar pun jawabnya
semua rasa sama
seperti pertama”
Bagian ini menggambarkan rasa sakit bukan karena jawaban yang buruk, melainkan karena ketiadaan perubahan rasa seolah waktu yang berlalu tidak meninggalkan bekas apa pun pada sosok yang pergi tersebut.
Pada bagian chorus, repetisi kata “menetaplah… menetaplah…” dan “percayalah… percayalah… kasih” menjadi kekuatan utama. Di tangan SLARAS, pengulangan ini tidak terasa seperti jalan pintas, melainkan representasi dari seseorang yang telah kehabisan kata-kata untuk meyakinkan pasangannya agar tidak pergi lagi.
Momentum Panggung COMMVAGANZA 10.0
Hanya berselang satu hari setelah perilisan digital, SLARAS langsung membawakan lagu ini secara langsung di panggung COMMVAGANZA 10.0 Picnic Music Festival pada 12 September 2026.
Dalam festival tersebut, SLARAS berbagi panggung dengan deretan musisi besar seperti Tulus, Raim Laode, Pamungkas, dan Lomba Sihir, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pendatang baru yang patut diperhitungkan di industri musik tanah air.
| Informasi Rilisan | Detail |
|---|---|
| Judul Single | Jangan Datang Untuk Pergi |
| Tanggal Rilis | 11 September 2026 |
| Manajemen/Label | Sintesa Pro |
| Platform Digital | Spotify, Apple Music, YouTube Music, JOOX, dll. |
Mengenal SLARAS
SLARAS merupakan proyek musik pop yang berbasis di Bandar Lampung, Lampung. Grup ini digawangi oleh empat personel yang membawa karakter kuat pada setiap karyanya:
- Gani Prabowo (Vokal)
- Ricky Aziz (Gitar)
- Fauzan Fahmi (Keyboard)
- Fajar Tri Atmojo (Bass)
Dengan fokus pada lirik yang jujur dan melodi emosional, SLARAS terus membangun koneksi autentik dengan pendengar di Indonesia hingga Malaysia melalui tema-tema universal seperti cinta, kehilangan, dan penerimaan diri. (Z-1)
