Dua Platform Jadi Kanal Pertama Pilihan BuSan, Angkat Produk Kurasi Kemendag
Dari kiri: Mendag, Budi Santoso, Presdir Tokopedia dan TikTok, Stephanie Susilo dan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.(Dok.Istimewa)

TOKOPEDIA dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan Pilihan BuSan, etalase produk lokal hasil kurasi langsung Kementerian Perdagangan RI melalui inisiatif #BeliLokal.

Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan produk lokal berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem _discovery commerce_ yang aman, tepercaya, dan inklusif. Inisiatif tersebut diluncurkan dalam acara #WaktunyaSTARt #JualanNyaman: Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal di Solo, Senin (21/9), yang diikuti 200 UMKM dari Solo dan sekitarnya.

Dalam kegiatan itu, UMKM dibekali pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing sebagai fondasi naik kelas di era digital.

Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyebut Solo sebagai titik awal strategis. “Kolaborasi kami dengan Kementerian Perdagangan mencerminkan komitmen bersama untuk membantu pelaku usaha lokal berkualitas berkembang dan menjangkau lebih banyak konsumen. Kota Solo, dengan kekayaan budaya dan komunitas UMKM yang kuat, menjadi salah satu langkah awal penting dalam perjalanan ini,” ujarnya.

“Dengan membawa para penjual Pilihan BuSan ke Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama mereka, kami ingin membantu produk lokal ditemukan oleh lebih banyak konsumen dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen #BeliLokal melalui discovery commerce,” lanjut Stephanie.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengapresiasi langkah tersebut. “Melalui program Pilihan BuSan, kami ingin mempermudah akses terhadap produk lokal berkualitas. Kami mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama yang memberikan ruang bagi program kurasi Kemendag ini agar semakin mudah ditemukan konsumen di seluruh Indonesia,” kata Budi.

KONTRIBUSI UMKM SOLO

Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$180-340 miliar pada 2030. Dalam peta jalan tersebut, UMKM menjadi motor utama. 

Di Solo, kontribusinya signifikan. Data JDHI Surakarta (2023) dan Kemenko Perekonomian (Maret 2026) mencatat UMKM berkontribusi 57% terhadap PDRB Kota Solo dan menyerap 36% tenaga kerja lokal. Kajian BRIDA bahkan menyebut potensinya hingga 43%.

“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Solo. Jadi kami menyambut baik inisiatif #BeliLokal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang mendorong penguatan legalitas usaha serta pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar. Kami berharap makin banyak UMKM Solo memanfaatkan kesempatan ini untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Dampak platform digital mulai terukur. Melalui ekosistem #BeliLokal, penjual di Solo mencatat peningkatan pesanan 57% pada H1 2026 dibandingkan H1 2025.

MESIN PERTUMBUHAN BARU

Di tengah perubahan perilaku belanja, konten video pendek dan LIVE menjadi katalis transaksi. Secara nasional, pesanan melalui LIVE tumbuh 59% dan video pendek 135%. Pesanan yang dihasilkan affiliate creator bahkan melonjak 170%.

Salah satu contohnya Batik Baron Solo yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi (GMV) hampir 250% selama Ramadan 2026 di Tokopedia dan TikTok Shop berkat strategi LIVE dan video pendek.

Program #WaktunyaSTARt #JualanNyaman sendiri telah berjalan sejak 2024. Hingga kini telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk perempuan dan difabel.

Langkah ini krusial mengingat dari 56 juta usaha mikro di Indonesia, baru 27% yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pintu akses pembiayaan dan program pemerintah.

Ke depan, kombinasi legalitas, keterampilan digital, dan kolaborasi dengan kreator diproyeksikan menjadi model pertumbuhan berkelanjutan bagi UMKM untuk memperluas pasar dari lokal ke nasional.(E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *