
KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru hingga Senin (21/9). Kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat memicu peringatan serius dari pemerintah setempat bagi masyarakat, terutama kelompok yang berisiko tinggi.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap. Ia menekankan bahwa kelompok rentan memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar di tengah kondisi udara saat ini.
“Kami mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak, serta mereka yang memiliki penyakit komorbid agar sangat berhati-hati,” ujar Agung pada Senin (21/9).
Waspada Meski Nihil Hotspot di Pekanbaru
Meskipun saat ini tidak terdeteksi titik panas atau hotspot di wilayah administratif Kota Pekanbaru, Agung meminta masyarakat tidak lengah. Ia menegaskan bahwa asap yang menyelimuti kota bisa berasal dari wilayah sekitar, sehingga pencegahan di tingkat lokal tetap krusial.
Warga juga diimbau keras untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Tindakan sekecil apa pun yang berpotensi memicu kebakaran baru harus dihindari guna mencegah perburukan kualitas udara.
Karena kualitas udara masih masuk kategori tidak sehat, masyarakat, khususnya kelompok rentan, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Langkah ini dinilai paling efektif untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat partikel halus kabut asap.
21 Puskesmas Disiagakan
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan layanan kesehatan tetap siaga penuh bagi warga yang terdampak. Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Pekanbaru telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan intensif.
Agung meminta masyarakat tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mulai merasakan gejala gangguan pernapasan. Pemko telah menyiapkan berbagai kebutuhan medis untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat polusi udara.
“Kami menyediakan masker, vitamin, hingga obat-obatan serta peralatan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama Pemko Pekanbaru selama kualitas udara belum membaik. “Warga bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan masker. Karena kesehatan adalah yang nomor satu,” pungkas Agung. (H-2)
