
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bergerak cepat melakukan proses identifikasi terhadap temuan dua jenazah korban insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Kedua jenazah tersebut tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin pada Senin (21/9)
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Nur Khamid, mengatakan bahwa tim dokter kepolisian langsung bekerja secara intensif untuk mengenali identitas para korban secepat mungkin agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tim dokter langsung bekerja melakukan identifikasi, semoga bisa cepat diketahui identitas korban,” ujar Nur Khamid dikutip dari Antara, Senin (21/9).
Dengan penambahan dua jenazah tersebut, total jasad korban yang saat ini tengah menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara berjumlah tiga orang. Sebelumnya, pada Minggu (20/9/2026), tim SAR gabungan telah lebih dulu mengevakuasi satu jenazah korban ke rumah sakit yang sama.
Nur Khamid menjelaskan bahwa durasi proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi fisik jasad korban saat ditemukan. Apabila kondisi jaringan tubuh, khususnya sidik jari, masih memungkinkan untuk diperiksa, identitas korban dapat diketahui dengan lebih cepat.
Selain pemeriksaan medis forensik, tim DVI juga mengandalkan data ante mortem yang diserahkan oleh pihak keluarga untuk proses pencocokan.
“Mudah-mudahan hari ini bisa rampung ketiganya, sebagaimana harapan pihak keluarga yang menunggu kabar teridentifikasinya korban,” imbuhnya.
Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut
Dengan ditemukannya dua tambahan korban meninggal dunia pada hari ini, total korban jiwa yang berhasil ditemukan dari musibah karamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini menjadi 12 orang.
Berdasarkan data posko SAR gabungan, kapal tersebut diketahui mengangkut total 243 orang yang terdiri atas penumpang dan kru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dilaporkan berhasil selamat, 12 orang meninggal dunia, sementara 123 korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di lapangan. (Ant/P-4)
