Kemenpar Ungkap 58,34 Persen Wisman ke Indonesia untuk Wisata Kuliner
Ilustrasi–Peserta membagikan makanan jenang atau bubur kepada warga saat festival jenang bertajuk Nirmala Nusantara di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).(ANTARA/Maulana Surya)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan bahwa daya tarik kuliner menjadi magnet utama bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Tanah Air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 58,34% wisman datang ke Indonesia khusus untuk mencicipi kekayaan wisata kuliner atau gastronomi lokal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa angka tersebut merujuk pada aktivitas wisatawan sepanjang 2025. Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat dengan lebih dari 17 ribu pulau yang melahirkan ragam identitas kuliner dari tradisi lokal dan hasil bumi yang terjaga selama berabad-abad.

“Salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Jakarta, dikutip Senin (21/9).

Widiyanti menambahkan, gastronomi bukan sekadar makanan di atas piring, melainkan sebuah ekosistem luas yang melibatkan peternak, nelayan, juru masak, hingga masyarakat yang meneruskan tradisi pangan.

Dari sisi pariwisata, hal ini menjadi pintu masuk bagi dunia untuk mengenal budaya dan cerita suatu daerah, yang pada akhirnya memicu keinginan untuk berkunjung.

Target Kunjungan dan Program WIG 2026

Pemerintah optimistis peluang kuliner ini dapat mendongkrak angka kunjungan wisman secara signifikan. Berikut adalah data capaian dan target kunjungan wisatawan mancanegara:







Indikator Kunjungan Wisman Jumlah / Persentase
Motivasi Wisata Kuliner (Data BPS 2025) 58,34%
Realisasi Kunjungan (Januari – Juli 2026) 8,98 Juta
Target Kunjungan Tahun 2026 16 – 17 Juta

Untuk memperkuat posisi ini di pasar global, Kemenpar bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) meluncurkan program unggulan “Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026”.

Mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition”, rangkaian acara utama akan digelar di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026.

Dampak Ekonomi dan Peran UMKM

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menilai tingginya minat wisman terhadap kuliner berdampak langsung pada sektor UMKM. Melalui WIG, pemerintah ingin memperkenalkan kekayaan rasa nusantara sekaligus mendorong pelaku usaha lokal agar dikenal lebih luas.

“Ini bukan saja menarik wisatawan mancanegara untuk datang, tetapi juga langsung mengenai UMKM-UMKM,” kata Made.

Ia juga menyebut kolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) terus dilakukan melalui festival kuliner di mal untuk mendorong pengeluaran belanja wisatawan.

Sementara itu, Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menyoroti perubahan tren wisata kuliner yang kini lebih mengarah pada hidangan berkualitas dan pengalaman personal. Peran Generasi Z dan milenial dalam membagikan keunikan kuliner di media sosial turut mempercepat popularitas destinasi tertentu.

Vita menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku usaha agar produk mereka bisa “naik kelas” dan menjadi atraksi wisata yang kompetitif. Dengan demikian, kuliner tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi alasan utama wisatawan untuk terus kembali ke Indonesia. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *