Antrean BBM Subsidi di Aceh Ganggu Jam Sekolah dan Kerja
Antrean kenderaan di SPBU kawasan Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

ANTREAN pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Provinsi Aceh dalam dua pekan terakhir dilaporkan semakin parah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga mulai berdampak serius pada aktivitas pendidikan dan dunia kerja masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan kendaraan mulai dari roda dua, minibus pribadi, bus angkutan umum, hingga truk logistik tampak mengular panjang hingga memakan badan jalan raya. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi mengalami kemacetan yang rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Ketidakpastian waktu ketersediaan stok BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar, menjadi pemicu utama. Seringkali, bahan bakar tersebut mengalami kelangkaan atau hanya tersedia dalam hitungan jam saja dalam sehari.

Mengganggu Jam Sekolah dan Kedisiplinan ASN

Kondisi ini sangat meresahkan warga karena merusak kedisiplinan sistem pendidikan dan waktu kerja. Banyak karyawan swasta maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya masuk kerja pukul 08.00 WIB, terpaksa terlambat karena terjebak antrean panjang di SPBU.

Muslim, seorang warga Kota Sigli, Kabupaten Pidie, mengeluhkan dampak langsung terhadap pendidikan anaknya. “Kadang harus antre isi minyak 30 menit, bahkan sampai 1 jam menunggu di SPBU hingga anak terlambat ke sekolah,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (20/9).

Hal senada disampaikan Ramdhan, warga lainnya, yang menyebutkan bahwa waktu produktif masyarakat tersita habis di jalan. “Kerja jualan milik pribadi atau buruh juga tersita waktunya karena kelamaan antre BBM di SPBU,” tuturnya.

Titik Kemacetan di Kabupaten Pidie

Amatan Media Indonesia menunjukkan antrean panjang saban hari terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Pidie, di antaranya:

  • SPBU Pulo Pisang
  • SPBU Bambi
  • SPBU Beureunuen
  • SPBU Blang Malu

Kepadatan kendaraan hingga memenuhi pelataran SPBU dan memicu kesemrawutan jalan raya biasanya terjadi pada dua interval waktu, yakni pukul 05.00-12.00 WIB dan pukul 19.00-23.00 WIB.

Keluhan Pengendara Lintas Provinsi

Dampak kelangkaan ini juga dirasakan oleh pengendara yang menempuh perjalanan jauh di jalur Nasional Banda Aceh-Medan. Banyak pengemudi dari arah Aceh Utara atau Aceh Timur yang menuju Banda Aceh terpaksa gigit jari saat hendak mengisi BBM di wilayah Pidie.

Ikhwan, seorang pengemudi minibus asal Lhokseumawe, menyatakan kekecewaannya saat menemukan stok BBM kosong di tengah perjalanan. “Sangat kecewa, yang ada hanya pamflet bertuliskan Pertalite sedang dalam perjalanan. Merasa seperti dibohongi ketika satu jam menunggu, tidak ada tanda-tanda minyak akan tersedia,” pungkasnya. (MR/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *