Guru SMAN 1 Tasikmalaya Berurusan dengan KPK, Kepala Sekolah Ikut Prihatin
Salah satu guru di SMAN 1 Tasikmalaya berurusan dengan KPK, karena diduga berperan dalam proses penerimaan mahasiswa di Unsoed Purwokerto.(MI/KRISTIADI)

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah WY, guru Bimbingan Konseling dan Humas SMAN 1 Kota Tasikmalaya. Penggeledahan di rumah ASN di Perum Pondok Karisma Residence, Kecamatan Cipedes, dilakukan Selasa (8/9).

WY diduga bekerja sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah.

Ketua RT 02, Dani membenarkan beberapa hari lalu dirinya mendampingi beberapa petugas KPK melakukan penggeledahan rumah WY. Namun, dia tidak tahu persis barang yang diambil karena saat itu hanya mendampingi.

“Kami hanya mendampingi petugas KPK yang datang dan masuk rumah WY. Saya tidak tahu barang yang diambil,” tandasnya, Minggu (20/9).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Tasikmalaya atau sekolah Maung, Yonandi mengaku, pihaknya prihatin terkait status guru Bimbingan Konseling (BK) itu. Sekolah menyerahkan semua proses hukum yang ditangani oleh KPK.

“Sekolah prihatin dengan situasi tersebut karena bersangkutan sebagai guru terbaik. Dia membimbing anak-anak sebagai koordinator guru Bimbingan Konseling (BK) sekaligus sebagai Humas SMAN 1 Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Dia menduga WY terlalu baik dan kebaikannya malah dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Scara kelembagaan dirinya mendukung WY untuk tetap bersemangat dan menuntaskan masalah ini.

“WY masih sebagai saksi. Perlu saya luruskan, tidak ada penggeledahan di rumahnya. Tidak ada barang satupun yang disita. Kami berharap masyarakat bisa memahami situasi tersebut,” pungkasnya.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *